Sabtu, 20 Jun 2026 20:01 WIB

Siswa SMP Sidoarjo ini Belajar Sejarah Uang di Museum Bank Indonesia

  • Penulis :
  • | Rabu, 11 Mar 2020 13:07 WIB
Kunjungan siswa SMP Al Falah di Museum BI
Kunjungan siswa SMP Al Falah di Museum BI

jatimnow.com - Puluhan siswa SMP Al Falah Deltasari melakukan kunjungan ke Museum Bank Indonesia, Rabu (11/3/2020). Ke 75 pelajar itu belajar tentang koleksi uang yang dimiliki oleh Museum Bank Indonesia.

Siswa kelas VIII-5, Himawan Rizki mengaku tertarik dengan koleksi di museum karena berbeda dengan uang yang pernah ditemuinya.

Baca Juga: Gubes Unair Bongkar Biang Kerok Pelemahan Rupiah dan Strategi Penyelamatannya

"Saya penasaran uang yang pernah dicetak di Indonesia itu seperti apa. Dan uang yang ada di Indonesia itu beda dengan yang di luar negeri," katanya.

Ia mengaku pernah melihat mata uang Jepang, Thailand, Australia dan Arab Saudi. Semua uang itu dibawakan oleh orang tuanya yang baru pulang dari luar negeri.

"Jadi saya senang sekali karena ya penasaran juga dengan uang Indonesia. Terutama soal bagaimana mencetak uang, mengklasifikasikannya hingga menyalurkannya ke masyarakat," kata siswa yang bercita-cita jadi akuntan itu.

Guru pendamping SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo, Ichwati Yuliana mengatakan kunjungan berbalut Studi Literasi dan Budaya ini ingin menambah pengetahuan para siswa soal sejarah perbankan Indonesia.

Ichwati menambahkan gedung cagar budaya yang dahulu bernama De Javasche Bank itu punya sejarah. Yaitu punya peran penting sebagai bank sentral di zaman kolonial.

Baca Juga: Aturan Baru BI, Beli Dolar di Atas Dua Puluh Lima Ribu Dolar Wajib Pakai Dokumen

"Banyak yang tidak tahu bahwa di Surabaya ada tempat yang berfungsi sebagai bank sentral," katanya.

Selain itu, para siswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi mendeskripsikan suatu tempat lewat studi literasi.

"Tentunya kunjungan ini untuk memberikan pengalaman langsung pada siswa," ujarnya.

Baca Juga: BI dan Pemprov Jatim Rancang Strategi Jaga Ekonomi Hadapi Gejolak Timur Tengah

Penanggung jawab kunjungan Museum Bank Indonesia, Riski Jayanto mengatakan setiap bulan ada 4 ribu orang berkunjung.

Riski menjelaskan pengunjung berasal dari berbagai kalangan yang ingin melihat keunikan museum ini. Seperti CCTV jaman kolonial, cara penyimpanan uang hingga mesin pencetak uang.

"Di sini juga ada teknik yang memungkinkan ruangan tetap terang tanpa lampu. Kalau penasaran silakan datang kesini, gratis tanpa biaya," ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.