Minggu, 14 Jun 2026 20:41 WIB

Wali Kota Malang Ajak Semua Camat Belajar Smart Kampung di Banyuwangi

Wali Kota Malang Sutiaji saat diterima Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko
Wali Kota Malang Sutiaji saat diterima Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko

jatimnow.com - Smart Kampung di desa-desa Banyuwangi menjadi inspirasi tersendiri bagi Wali Kota Malang, H Sutiaji. Seluruh camat dan jajaran OPD lainnya diajak praktik secara langsung.

Mereka mengunjungi Banyuwangi selama dua hari dan diterima Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko di Ruang Rapat Rempeg Jogopati, Jumat (6/3/2020).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Sutiaji mengaku ingin belajar berbagai inovasi pelayanan publik di level desa dan kelurahan yang telah diterapkan Banyuwangi. Khususnya, program Smart Kampung.

"Dengan program smart kampungnya, Banyuwangi terbukti berupaya mendekatkan dan mempermudah pelayanan publik dengan menggunakan kendaraan tekonologi komunikasi dan informasi. Desa-desa pun telah diajak untuk aktif menggunakan TIK. Ini yang ingin kami pelajari untuk mendorong pelaksanaan Smart City di Kota Malang," papar Sutiaji.

"Kami ingin tahu hal yang terkait pelayanan berbasis teknologi informasi, hambatannya apa, kebutuhannya apa saja. Nanti akan kita terapkan di Kota Malang," imbuhnya.

Smart Kampung adalah program pengembangan desa yang menggunaan teknologi informatika berbasis serat optik.

Dalam program ini terdapat tujuh indikator, meliputi pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, pengembangan pendidikan, peningkatan kapasitas SDM, pengentasan kemiskinan, dan informasi hukum.

Wali Kota Malang Sutiaji memboyong semua camat belajar smart kampung di BanyuwangiWali Kota Malang Sutiaji memboyong semua camat belajar smart kampung di Banyuwangi

Sutiaji juga mengaku ingin belajar implementasi e-government, terkait tata kelola keuangan daerah. Diantaranya, Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan (SIMRAL).

Selain itu, e-village budgeting, yang merupakan sistem penganggaran desa yang terintegrasi dalam jaringan (daring). Sistem ini terbukti mampu meningkatkan akuntabilitas anggaran desa.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Tak kalah penting, kami juga ingin belajar bagaimana menghilangkan ego sektoral. Dengan bekal soliditas yang kuat, kami ingin meningkatkan SAKIP dari BB menjadi A. Kami ingin seperti Banyuwangi yang sudah 4 kali berturut-turut SAKIP nya A," katanya.

Selama di Banyuwangi, rombongan ini keliling ke sejumlah lokasi pelayanan publik. Salah satunya, lounge pelayanan publik di kantor Bupati Banyuwangi. Di lokasi tersebut, mereka melihat secara langsung pelayanan publik berbasis IT.

Sementara itu, Wabup Yusuf menjelaskan bahwa Smart Kampung adalah inovasi daerah yang mendorong pelayanan desa berbasis teknologi informasi (TI).

Sebagai kabupaten terluas di Pulau Jawa, jarak desa dan pusat kota di Banyuwangi sangat jauh dengan waktu tempuh sekitar tiga jam. Warga yang butuh dokumen harus ke kantor kecamatan atau pusat kota yang cukup jauh, sehingga tidak efisien.

"Dengan Smart Kampung, secara bertahap administrasi cukup diselesaikan di desa. Tapi tentu butuh TI karena yang berjalan adalah datanya, bukan orangnya," papar Yusuf.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Untuk menjawab tantangan pengelolaan keuangan desa yang mendapatkan dana besar dari APBN dan APBD, Banyuwangi mengembangkan e-village budgeting dan e-monitoring system. Perencanaan hingga pelaporan di tingkat desa terintegrasi dalam sebuah sistem.

"Dengan sistem ini, petugas bisa tahu progress pekerjaan hingga ke pelosok desa, lengkap dengan foto dan titik lokasinya tanpa harus keliling ke desa-desa, cukup dipantau melalui Google Maps. Sistem ini juga bisa menghindari timbulnya proyek ganda atau fiktif," terang Wabup.

Wabup menambahkan, saat ini 189 desa di Banyuwangi telah menjadi Smart Kampung dan telah teraliri fiber optic. Begitu juga semua OPD, 45 puskesmas, 25 kecamatan, dan 28 kelurahan. Semuanya terkoneksi menggunakan media wireless dan fiber optic.

"Dengan Smart Kampung secara bertahap administrasi cukup diselesaikan di desa. Misalnya, surat keterangan miskin (SPM) cukup diurus di kantor desa. Warga tidak perlu lagi menuju kantor kecamatan atau dinas terkait di pusat kota," pungkas Yusuf.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.