Rabu, 17 Jun 2026 06:09 WIB

Sindikat Pemalsu KTP hingga Akta Cerai di Banyuwangi Dibongkar

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara dan Kasatreskrim AKP M.S. Fery menunjukkan barang bukti sindikat pemalsu dokumen negara
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara dan Kasatreskrim AKP M.S. Fery menunjukkan barang bukti sindikat pemalsu dokumen negara

jatimnow.com - Enam orang sindikat pemalsu dokumen negara yang beroperasi di Kabupaten Banyuwangi, diringkus polisi. Sindikat ini bisa melayani pembelian Kartu Keluarga (KK) hingga Akta Cerai.

Dari sindikat itu, Tim Satreskrim Polresta Banyuwangi dipimpin AKP M.S. Fery menyita sejumlah barang bukti berupa KK, KTP-el, Akta Kelahiran, seperangkat komputer hingga flashdisk. Keenam pelaku yaitu SG, MA, MH, S, HH, dan RPH. Dua pelaku diantaranya S dan RPH adalah perempuan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, sindikat ini dibongkar setelah SG, meminta bantuan kepada MA, temannya untuk mengurus permohonan KTP Elektronik, agar bisa keluar masuk hotel. Sebab MA pernah bercerita kepada SG bila ada temnannya yang bisa membuatnya.

"Setelah mendapatkan identitas SG, MA menemui temannya, MH di Jember untuk membuat KTP," ujar Arman saat jumpa pers di Mapolresta Banyuwangi, Jumat (6/3/2020).

Barang bukti yang disita dari sindikat pemalsu dokumen negara di BanyuwangiBarang bukti yang disita dari sindikat pemalsu dokumen negara di Banyuwangi

Dari situ, lanjut Arman, MH menemui seorang lainnya berinisial S untuk membuat KTP sesuai dengan pesanan SG.

Baca Juga: Gelar Perkara PT Harum Resource Dinilai Abaikan Bukti Pelapor

"Dengan harga per-KTP Rp 200 ribu," imbuh lulusan AKPOL Tahun 1997 ini.

Menurut Arman, dalam menjalankan aksinya, sindikat pemalsu dokumen negara ini terbilang cerdik. Karena material KTP yang digunakan adalah KTP bekas.

"Material KTP yang digunakan pelaku asli, berasal dari KTP bekas yang diganti kulit plastiknya sesuai identitas pemesan," bebernya.

Baca Juga: Saham Harum Resource Ambles 50 Persen, Polisi Didesak Tetapkan Tersangka

Ia mengaku masih akan terus mendalami dan mengembangkan kasus ini. Sebab dalam menjalankan aksinya, sindikat ini juga melayani pembuatan Akta Cerai hingga Ijazah.

"Semua material yang digunakan, KK, KTP, Akta Kelahiran, Akta Cerai tersebut asli tapi palsu alias aspal. Bahannya asli tapi data tersebut tidak ada dalam database resmi," tandasnya.

Dalam kasus ini, Tim Satreskrim Polresta Banyuwangi juga menyita 1 KTP atas nama SG, 1 set komputer dan printer, 5 handphone berbagai merek, serta 30 stempel berbagai jenis instansi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.