Minggu, 14 Jun 2026 17:12 WIB

Bupati Anas: Banyuwangi Siap Tangani dan Cegah Virus Corona

Bupati Anas berinteraksi dengan jajaran tenaga medis Banyuwangi
Bupati Anas berinteraksi dengan jajaran tenaga medis Banyuwangi

jatimnow.com - Mewaspadai penyebaran virus corona (Covid-19), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menggelar rapat kerja bersama kepala puskesmas se-Banyuwangi, Rabu (4/3).

Raker tersebut untuk mereview kesiapan daerah dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di 217 desa dan kelurahan di Bumi Blambangan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Kami undang seluruh kepala puskesmas, dinas kesehatan, dan direktur rumah sakit untuk membahas lebih kesiapan daerah mengantisipasi penyebarannya. Saya ingin memastikan SOP penanganan sudah dipahami dan siap dijalankan oleh tenaga medis Banyuwangi. Termasuk penanganan jika ada tamu yang datang dari negara terinfeksi, mengingat Banyuwangi adalah daerah wisata," papar Bupati Anas.

Sejak merebaknya wabah corona di dunia, Pemkab terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait penanganannya. Apalagi, kini Indonesia telah masuk kategori negara terjangkit.

"Tadi kami cek semua kesiapan. RSUD Blambangan yang menjadi rumah sakit rujukan juga telah menyiapkan ruangan isolasi dengan tenaga medisnya juga. Namun, kami berharap semoga tidak terjadi apa-apa di Banyuwangi," harap Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas meminta seluruh puskesmas mulai gencar melakukan sosialisasi sebagai upaya preventif agar tidak mudah terinfeksi virus corona. Salah satunya dengan menjaga pola hidup sehat.

"Dorong masyarakat untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang meningkatkan daya tahan tubuh. Saat ini, banyak tanaman herbal di sekitar kita yang sudah terbukti secara klinis bermanfaat bagi tubuh. Seperti temu lawak, jahe, dan kunyit. Mari dikonsumsi," ajak Anas.

"Yakinkan warga juga bahwa menghadapi corona ini tidak cukup hanya dengan masker, namun yang lebih penting adalah menjaga imunitas tubuh. Sering berolah raga, konsumsi sayur dan buah yang banyak, serta istirahat yang cukup agar tubuh kita selalu fit, sehingga tidak mudah terjangkit virus maupun penyakit lainnya," imbuhnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Kepala Dinkes Banyuwangi, dr Widji Lestariono menjelaskan telah menerapkan kebijakan prosedur kewaspadaan sesuai SOP yang dikeluarkan Kemenkes dan Dinkes Provinsi Jawa Timur. Yakni setiap orang yang masuk ke Banyuwangi dari negara terinfeksi virus corona harus dipantau selama 14 hari.

"Sampai saat ini, kita sudah memantau 147 orang, dan 90 orang di antaranya sudah selesai pemantauan. Artinya sudah lebih 14 hari dilakukan pemeriksaan," tegas Rio.

Untuk mahasiswa asal Hongkong yang datang ke Banyuwangi sejak Senin (3/3) lalu, juga terus dipantau dan diperiksa hingga 14 hari nanti.

Jika ada wisatawan atau WNI yang datang dari negara terjangkit, lanjut dr Rio, tenaga medis di Banyuwangi akan menerapkan proteksi dini.

"Kita punya surveilans aktif dan pasif, kalau kita tahu maka akan kita kunjungi dan pantau. Kami pun juga membuka laporan masyarakat dari pihak mana pun tentang adanya WNA atau WNI yang baru pulang dari negara terinfeksi maka kita lakukan prosedur kewaspadaan," terangnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

RSUD Blambangan, tambah Rio, telah ditetapkan sebagai salah satu dari 100 rumah sakit rujukan di Indonesia untuk kasus virus corona ini.

Direktur RSUD Blambangan, dr Indah Sri Lestari, untuk kesiapan tim medis di RSUD Blambangan ini sudah ada tim dari dokter spesialis paru, dokter bedah, dokter penyakit dalam, dokter radiologi, patologi klinik, anastesi, serta perawat dan tenaga penunjang.

"Ruang isolasi di RSUD Blambangan yang kita pakai untuk flu burung, MERS dan SARS. Jadi akses lewat pintu belakang, sehingga tidak mengganggu pasien umum," tandas dr Indah.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.