6.594 Tenaga Kerja Asing di Jatim, Terbanyak dari China
- Penulis : Farizal Tito
- | Selasa, 01 Mei 2018 23:43 WIB
jatimnow.com - Sebanyak 6.594 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berada di wilayah Jawa Timur dinyatakan telah memiliki Ijin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA).
Berdasar data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, TKA tersebut berasal dari China, Jepang dan Korea.
Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo
Setiajid Kepala Disnakertrans Jatim mengatakan 6.594 TKA tersebut bekerja di Kabupaten/Kota Ring 1 Jawa Timur yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan Pasuruan.
"Di Jatim sudah ada 6594 tenaga kerja asing (TKA) telah memegang Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Memang benar apa yang dikatakan oleh media, bahwa tenaga kerja asing didominasi dari China," terang Setiajid saat ditemui di sela-sela aksi unjuk rasa buruh dalam Peringatan Hari Buruh Internasional di Kantor Gubernur Jatim, Selasa (1/5/2018).
"Di Jawa Timur 1.684 orang TKA berasal dari China disusul Jepang, dan Korea," imbuhnya.
Baca Juga: Ekonomi Ngagel Surabaya Mati Suri, Pemprov Jatim Diminta Turun Tangan
Setiajid mencontohkan, mayoritas TKA itu bekerja di perusahaan asing yang berdiri di Jatim, misalnya parbik sepatu yang harus memiliki lisensi internasional.
"Jadi kalau misalnya di perusahaan sepatu dengan lisensi dari Amerika Serikat, begitu, ya. Quality Control-nya dari Amerika. Harus begitu, kalau enggak orang kan enggak mau pakai," katanya.
Menjamurnya TKA di Jatim, lanjutnya, karena investasi yang mendominasi di Jawa Timur berasal dari negara-negara tersebut.
Baca Juga: Jerit Istri Sah Oknum ASN BPKAD Jatim, Terbukti Berzina Tapi Belum Ditahan
"Jadi wajar kalau TKA dari negara-negara itu yang mendominasi. TKA yang telah memegang IMTA di Jatim sudah berdasarkan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) sesuai dalam ketentuan perundangan," pungkasnya.
Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto
URL : https://jatimnow.id/baca-2380-6-594-tenaga-kerja-asing-di-jatim-terbanyak-dari-china