Senin, 22 Jun 2026 22:29 WIB

TNI Gadungan Mengaku Berpangkat Pratu di Banyuwangi Meminta Maaf

Bariyanto (celana pendek), TNI gadungan di Banyuwangi, diamankan di Kodim 0825 Banyuwangi
Bariyanto (celana pendek), TNI gadungan di Banyuwangi, diamankan di Kodim 0825 Banyuwangi

jatimnow.com - Bariyanto (38), TNI gadungan yang mengaku berpangkat Prajurit Satu (Pratu) akhirnya meminta maaf kepada warga Banyuwangi, khususnya di sekitar tempat tinggalnya yang mengaku resah.

Bariyanto adalah warga Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Pada identitasnya, tertera ia bekerja sebagai karyawan swasta, yaitu sopir truk kayu di Papua.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Kapolsek Giri Iptu Suryono Bhakti mengatakan, Bariyanto selain menyampaikan permintaan maaf kepada warga juga membuat pernyataan secara tertulis di hadapan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Giri.

"Terkait itu, yang bersangkutan sudah meminta maaf kepada warga. Bahkan dia bersedia membuat pernyataan tertulis tidak akan membuat gaduh atau resah di lingkungannya," kata Suryono, Kamis (23/1/2020).

Kepada polisi dan jajaran Forpimka, Bariyanto mengaku jika dirinya bekerja sebagai sopir truk kayu dan mempunyai banyak kenalan anggota TNI AD di Papua.

Baca juga:  

Menurut Suryono, selama berada di Perumahan Villa Bukit Mas RT 02 RW 02 Kelurahan Giri, Bariyanto tidak pernah merugikan masyarakat meski mengaku sebagai anggota TNI yang berdinas di Puncak Jaya, Papua.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Karena dinilai kooperatif dan bersedia membuat surat pernyataan secara tertulis, Suryono memastikan Bariyanto tidak ditahan. Apalagi sejauh ini belum ada masyarakat yang mengaku dirugikan.

"Yang bersangkutan bersedia membuat surat pernyataan tertulis tidak melakukan lagi di hadapan Forpimka," tandasnya.

Aksi Bariyanto pertama kali diketahui Babinsa Kelurahan Penataban dan Anggota Kodim 0825 Banyuwangi. Penangkapan terhadap Bariyanto dilakukan di tempat tinggalnya di Perumahan Villa Bukit Mas oleh Serka Imam dan anggota Unit Intel Kodim 0825 Banyuwangi, sekitar pukul 18.15 Wib, Rabu (22/1/2020).

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Dalam pemeriksaan terungkap bahwa Bariyanto menikah siri dengan Elida Nurul Umami asal Banyuwangi pada akhir Tahun 2018. Dua bulan setelah itu, Bariyanto mengatakan harus kembali berdinas di Kodim 1714 Puncak Jaya, Papua. Elida percaya, sebab setiap bulannya, Bariyanto selalu mengirimkan uang.

Bulan Oktober 2019, Bariyanto pulang ke Banyuwangi, tempat asal Elida. Keduanya memilih mengontrak di sebuah rumah di Perumahan Villa Bukit Mas, Kelurahan Giri, Kecamatan Banyuwangi. Di sinilah aksi Bariyanto sebagai TNI gadungan mulai terkuak.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.