Selasa, 16 Jun 2026 22:20 WIB

Pelaku Penyiraman Air Keras Sebut Novel Baswedan Pengkhianat

Pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dibawa petugas saat tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta (Foto: Antara/Nova Wahyudi)
Pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dibawa petugas saat tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

jatimnow.com - Salah satu tersangka penyerang Novel Baswedan, berinisial RB sempat menyebutkan ketidasukaannya pada sosok Novel Baswedan. Ia menyebut Novel penghianat.

"Tolong dicatat, saya enggak suka sama Novel karena dia penghianat," kata RB singkat di Mapolda Metro Jaya, sesaat sebelum dibawa ke Bareskrim Polri, Sabtu (28/12/2019).

Baca Juga: Mengenal IPDA Purnomo, Wisudawan Unitomo yang Wakafkan Hidup untuk ODGJ

RB tak banyak berujar. Ia bersama satu tersangka lainnya, RM langsung dipindahkan ke Bareskrim Polri setelah sempat diperiksa di Mapolda Metro Jaya. Kedua terduga pelaku dibawa oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Suyudi Ario Seto.

Baca juga:  

Mereka tiba di Bareskrim Polri sekira pukul 14.29 WIB, dan langsung dibawa ke lantai lima Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Dua pelaku tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Tersangka RB berkulit agak gelap dan berbadan gempal, dengan tampang mendekati sketsa penyerang Novel yang dirilis Polri dibawa terlebih dahulu.

Setelah itu, seorang pelaku dengan tubuh kurus juga dibawa. Keduanya mengenakan baju tahanan berwarna oranye, dan dibawa dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Suyudi yang mengantarkan mereka pun tak mengucapkan kata-kata apapun.

Pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dibawa petugas untuk dipindahkan ke Bareskrim Mabes Polri di Polda Metro Jaya (Foto: Antara/Abdul Wahab)Pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dibawa petugas untuk dipindahkan ke Bareskrim Mabes Polri di Polda Metro Jaya (Foto: Antara/Abdul Wahab)

Sebelumnya di hari yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sempat memperlihatkan foto dua orang pelaku penyerangan Novel Baswedan. Ia menampilkan foto pelaku yang berinisial RM dan RB saat rilis akhir tahun Polri 2019. Dalam foto yang ditunjukkan Idham, tampak dua orang pelaku penyerang Novel, saat diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Empat Oknum TNI Jadi Tersangka Teror Air Keras, GMNI: Jangan Ada Impunitas

Novel Baswedan mengapresasi pengungkapan oleh kepolisian, namun juga merasakan keanehan atas dugaan motif penyerangan terhadapnya atas dasar dendam.

"Keterlaluan bila disebut bahwa penyerangan hanya sebagai dendam pribadi sendiri dan tidak terkait dengan hal lain, apakah itu tidak lucu dan aneh?" ujar Novel.

Novel enggan berkomentar lebih jauh mengenai proses tersebut.

"Saya tidak akan terlalu banyak berkomentar lagi, nanti penasihat hukum saja yang menyampaikan pernyataan," ucap Novel.

Tim pendampingan hukum Novel Baswedan, tak percaya dua pelaku yang ditangkap kepolisian, bekerja mandiri dalam menjalankan aksinya. Salah satu tim anggota pendamping Novel, Yati Andriyani mendesak kepolisian mengusut dalang penyerangan itu.

Baca Juga: Teror Air Keras Andrie Yunus, GMNI Jember Desak Polri Usut Aktor Intelektual

"Kepolisian harus segera juga mengungkapkan jenderal yang terlibat," ujar Yati.

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.