Selasa, 21 Jul 2026 23:04 WIB

Mengenal IPDA Purnomo, Wisudawan Unitomo yang Wakafkan Hidup untuk ODGJ

IPDA Purnomo saat wisuda Magister Ilmu Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo). (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com)
IPDA Purnomo saat wisuda Magister Ilmu Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo). (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Di bawah sorotan lampu Dyandra Convention Center, Minggu (26/4/2026), IPDA Purnomo berdiri tegak mengenakan toga wisuda Magister Ilmu Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo). Namun, bagi pria yang dikenal sebagai sosok di balik gerakan "Polisi Belajar Baik" ini, gelar akademis tersebut hanyalah bagian kecil dari perjalanan panjang menebus nasib.

Jauh sebelum dikenal sebagai pelindung kaum marjinal, Purnomo muda adalah remaja yang akrab dengan aroma sabun cuci piring dan asap dapur. Di saat kawan sebayanya asyik bermain, ia harus berjibaku di warung kopi milik ibunya. Ejekan teman sekolah karena ia jarang keluar rumah menjadi santapan sehari-hari.

Baca Juga: Polri dan Kepolisian China Tukar Buronan, 3 WNA dengan 1 WNI Pelaku Penipuan

"Keluarga saya dulu terlilit banyak utang. Sebelum berangkat dan pulang sekolah, saya wajib bantu Ibu jualan. Saya melihat sendiri betapa getirnya hidup dalam himpitan ekonomi," kenang Purnomo.

Siapa sangka, polisi yang kini merawat ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ini dulunya sempat mengadu nasib sebagai penjual soto di Surabaya pada medio 1999-2000. Setiap pekan, ia pulang ke rumah hanya membawa uang recehan sekitar Rp20.000 hingga Rp40.000 untuk sang ibu.

Garis hidupnya berubah saat ia mencoba peruntungan mendaftar menjadi anggota Polri. Tanpa koneksi, ia hanya bermodalkan doa dan sebuah janji sakral kepada Sang Pencipta. Jika lulus, ia akan menyisihkan 10 hingga 20 persen penghasilannya untuk anak yatim dan aksi sosial.

Baca Juga: Khitan Bahagia Unitomo, 140 Anak Dapat Uang Saku dan Perlengkapan Sekolah

Janji tersebut bukan sekadar ucapan lisan. Purnomo membuktikannya dengan mendirikan yayasan yang menjadi rumah bagi mereka yang dibuang oleh keluarga maupun lingkungan. Di usia yang menginjak 40 tahun, ia mulai menatap masa purnatugas dengan visi yang lebih tajam.

Kini, fokusnya tidak lagi hanya pada penegakan hukum, tetapi juga pembangunan infrastruktur kemanusiaan. Ia tengah menyiapkan masjid serta tempat penampungan yang lebih layak bagi anak jalanan dan orang telantar.

Baca Juga: Aksi Basuh Kaki Orang Tua, Pramuka Sukolilo Surabaya Pecahkan Rekor MURI

"Allah sudah memberi kecukupan. Di usia ini, saya harus tahu arah tujuan hidup. Saatnya menjadi manfaat bagi lingkungan dan fokus beribadah," tuturnya.

Bagi masyarakat, Purnomo adalah bukti nyata bahwa seragam polisi bisa menjadi jembatan empati. Ia tidak hanya menangkap pelanggar hukum, tetapi juga "menangkap" mereka yang terjatuh di jalanan untuk diberikan harapan baru.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.