Sabtu, 20 Jun 2026 10:44 WIB

Kakek yang Dilaporkan Hilang di Gunung Penanggungan Ditemukan Tewas

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 26 Des 2019 10:36 WIB
Proses evakuasi jenazah korban yang ditemukan tinggal kerangka
Proses evakuasi jenazah korban yang ditemukan tinggal kerangka

jatimnow.com - Setelah 33 hari dilaporkan menghilang di jalan setapak hutan Gunung Penanggungan, Sahar (74), warga Dusun Betro, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan akhirnya ditemukan tewas dan tinggal kerangka.

Kapolsek Gempol Polres Pasuruan, Kompol Maryono mengatakan jika jenazah kakek Sahar ditemukan pada Rabu (25/12) di area tambang sirtu PT Asa.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Baca juga: Seorang Kakek Dilaporkan Hilang 12 Hari di Gunung Penanggungan

"Kami mendapat informasi langsung melakukan pengecekan ke TKP, dan ternyata benar. Itu adalah jenazah korban," katanya, Kamis (26/12/2019).

Ia menyebut, jenazah korban ditemukan saat Suis (40), salah satu pekerja tambang akan mencari bambu di tebing tambang PT Asa.

Sesampai di lokasi, saksi kaget melihat sesosok seperti jenazah manusia yang tinggal kerangka dan dagingnya telah mengering.

Saksi kemudian menyampaikan penemuan tersebut ke rekan kerjanya dan melanjutkan pelaporan kepada kepala desa dan Polsek Gempol.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Jenazah korban dalam kondisi kerangka dan sebagian daging serta kulit sudah mengering. Memakai celana abu-abu, tidak memakai baju, dan di temukan sebelah mayat tersebut ada kaos warna hitam kombinasi putih dan topi biru," jelasnya.

Anak korban, Alwi (28), yang ikut datang ke TKP membenarkan jika korban yang telah berbentuk tulang belulang memang orang tuanya yang dilaporkan hilang dengan bukti pakaian yang dikenakan korban.

Jenazah telah dibawa polisi ke kamar jenazah RS Brimob Watukosek untuk dimintakan autopsi guna perkembangan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Sahar diketahui meninggalkan rumah pada 22 November kemarin dan tidak kembali. Saat itu, korban berpamitan ingin pergi menengok anaknya yang berada di Desa Kesiman dengan berjalan kaki melewati jalan setapak di area hutan yang menghubungkan kedua desa.

Keluarga pun tidak khawatir, karena korban sering melewati jalan setapak sepanjang 1,5 kilometer tersebut. Ketika salah satu keluarganya mengecek di Desa Kesiman, ternyata selama ini korban tidak pernah datang ke rumah anaknya di Desa Kesiman.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.