Jumat, 19 Jun 2026 18:17 WIB

Ratusan Pedagang Korban Kebakaran Tempati Pasar Hewan Tulungagung

Pasar Hewan Ngunut Tulungagung jadi lokasi relokasi ratusan pedagang pasar korban kebakaran
Pasar Hewan Ngunut Tulungagung jadi lokasi relokasi ratusan pedagang pasar korban kebakaran

jatimnow.com - Ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Ngunut, Tulungagung, akan segera menempati Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang disiapkan pemkab setempat. Mereka akan menempati lokasi relokasi, yaitu di Pasar Hewan Ngunut.

Pemkab Tulungagung sudah membangun los dan beberapa fasilitas lain di pasar hewan itu dan siap untuk digunakan para pedagang, korban kebakaran Pasar Ngunut pada 8 November 2019 lalu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Koordinator Paguyuban Pedagang Pasar Ngunut Edy menjelaskan, rencananya mereka akan mulai beraktivitas pada awal Januari 2020. Karena pedagang membutuhkan waktu untuk menyiapkan los yang akan ditempati. Mereka akan memasang sekat, pintu dan perlengkapan lain untuk berjualan.

Baca juga: 

"Ini masih akan kita perbaiki lagi. Rencananya 1 Januari (2020) akan mulai berjualan," terang Edy, Kamis (19/12/2019).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sebanyak 247 pedagang akan menempati los yang sudah disiapkan. Los tersebut dibagi beberapa blok sesuai dengan jenis dagangan. Menurut Edy, saat ini masih ada sekitar 50 pedagang korban kebakaran Pasar Ngunut yang masih belum mendapat tempat.

"Kita berharap mereka bisa berdagang di lokasi relokasi ini," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menjelaskan, selain menyiapkan TPS, pemkab juga memberikan santunan kepada para pedagang. Besaran santunan mulai dari Rp 1 hingga 2 juta. Para pedagang yang menempati lokasi relokasi juga tidak akan ditarik biaya retribusi apapun.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Ini merupakan musibah, jadi pedagang di lokasi relokasi tidak akan ditarik biaya apapun," tegasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.