Sabtu, 20 Jun 2026 03:52 WIB

Kemiren Banyuwangi Juara Tiga Lomba Desa Wisata Nusantara 2019

Desa Adat Osing Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi
Desa Adat Osing Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi

jatimnow.com - Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi menyabet penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Desa adat ini menjadi juara ketiga kategori desa wisata maju di ajang Lomba Desa Wisata Nusantara 2019.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT, Taufik Madjid kepada Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kemiren Moh. Edy Saputro, Selasa lalu (10/12/2019). Penghargaan itu diberikan dalam acara penganugerahan penghargaan Lomba Desa Wisata Nusantara 2019 di Yogyakarta oleh Kemendes PDTT.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Kami senang kiprah kami dalam mengembangkan desa wisata diapresiasi oleh pemerintah pusat. Kami juga bangga bisa menduduki posisi ketiga dari 158 peserta se-Indonesia. Ini sungguh di luar ekspektasi kami," kata Edy usai meraih penghargaan, Sabtu (14/12/2019).

Atas prestasi tersebut, Desa Kemiren diganjar bantuan Rp 400 juta dari pemerintah pusat untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung wisata, serta promosi desa.

Bagi Edy, hal ini menjadi pelecut semangatnya bersama seluruh pemangku kepentingan di desa untuk terus mengembangkan pariwisata sebagai instrumen pengerek perekonomian warga.

Salah satu budaya dan adat di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten BanyuwangiSalah satu budaya dan adat di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Pariwisata terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan. Kami sudah merasakan betul dampaknya. Atas dasar inilah, kami ingin terus mengembangkan pariwisata melalui pelestarian budaya yang kami miliki di desa ini," sebut Edy.

Desa Kemiren, merupakan desa yang menjadi basis Suku Osing (suku asli Banyuwangi). Sejak tahun 2017, desa ini telah ditetapkan sebagai desa wisata adat. Di sini, terdapat beragam tradisi dan budaya, seperti ritual adat barong ider bumi, mepe kasur, ngopi sepuluh ewu, dan masih banyak tradisi unik lainnya. Bahkan, kopi dari desa ini juga terkenal enak dan mantap.

"Meski Pendapatan Asli Desa kami masih kecil, sekitar Rp 9 juta/tahun. Namun tim juri dari pusat melihat bahwa pengelolaan pariwisata di sini sudah on the track dan sesuai prosedur undang-undang. Yakni, dikelola lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ditambah lagi, kinerja kami sangat transparan. Inilah yang membuat kami unggul," terangnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Sebelumnya, Jumat (6/12/2019) lalu, Desa Kemiren juga meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai juara 1 kategori Daya Tarik Wisata Budaya di ajang Anugerah Wisata Tahun Jawa Timur 2019.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada pokdarwis dan seluruh warga Desa Kemiren yang telah konsisten melestarikan tradisi dan budaya lokalnya, sehingga desa wisata adat Kemiren bisa eksis dan terus berkembang hingga saat ini.

"Ini adalah bentuk partisipasi rakyat dalam memajukan daerah. Apalah arti pemerintah tanpa peran masyarakat. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa yang lain untuk bersama-sama berkontribusi bagi Banyuwangi," tambah Bupati Anas.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.