Jumat, 12 Jun 2026 08:02 WIB

Kasihan, Ratusan Murid MI di Pasuruan ini 'Terusir' dari Sekolah

  • Penulis : Moch Rois
  • | Senin, 25 Nov 2019 16:05 WIB
Ratusan murid MI Darul Ulum di Pasuruan terpaksa belajar di luar pagar sekolah
Ratusan murid MI Darul Ulum di Pasuruan terpaksa belajar di luar pagar sekolah

jatimnow.com - Ratusan murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum, Desa Rowo Gempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, terpaksa keluar dari ruang kelas yang biasa mereka pakai untuk kegiatan belajar mengajar, Senin (25/11/2019).

Bahkan, mereka terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di luar pagar sekolah. Sebab pintu pagar sekolahan ditutup paksa dengan kawat, rantai dan gembok, akibat sengketa dengan pihak yang mengaku sebagai ahli waris tanah.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Mulai Jumat (sekolahan ditutup). Itu karena salah satu ahli waris menggungat atas kepemilikan tanah," jelas Kepala MI Darul Ulum, Nurul Hidayat.

Gerbang gedung MI Darul Ulum di Pasuruan dikunci dengan kawat oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris tanah sekolah ituGerbang gedung MI Darul Ulum di Pasuruan dikunci dengan kawat oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris tanah sekolah itu

Tampak pula banner bertuliskan "Tanah ini masih dalam sengketa ahli waris. Alamrhumah Ibu Subuhiyah dengan suami sah H. Abdul Mukti. Buku. C Desa No: 676 Persil No: 72". Banner itu masih terpasang dengan tertanda ahli waris Muhammad Toha dan kuasa hukum Lutfi, SH dan rekan.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

"Sementara (belaja) di luar, tapi kami sudah berupaya meminta tolong Kapolsek agar dimediasi," jelas Nurul.

Akibat dari sengketa ini, para murid dan guru memanfaatkan halaman rumah warga depan pagar sekolahan untuk aktivitas belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar itu mereka lakukan beralaskan terpal.

Baca Juga: Sengketa Lahan Berakhir, Pustu Jrebeng Lor Probolinggo Segera Difungsikan

Tampak, ratusan murid MI kelas 1 sampai kelas 6 dan TK itu harus berdesak-desakan dengan sesama kawan, menerima pelajaran yang dipaparkan para Guru.

"Harapannya, sengketa tersebut dapat terselesaikan. Sehingga murid-murid bisa belajar dengan tenang, seperti sebelum ada permasalahan ini," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.