Selasa, 16 Jun 2026 05:03 WIB

Warga Melawan, Eksekusi Tanah dan Bangunan di Banyuwangi Ricuh

Eskavator yang akan mengeksekusi lahan dan rumah dihadang warga
Eskavator yang akan mengeksekusi lahan dan rumah dihadang warga

jatimnow.com - Eksekusi lahan dan rumah milik warga di Jalan Kepiting, Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi berlangsung ricuh, Rabu (13/11/2019).

Ratusan warga menghadang aparat keamanan dan juru sita Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Pantauan jatimnow.com, dua eskavator dipaksa mundur oleh warga. Bahkan, salah satu ekskavator dihantam batu hingga kaca depan pecah.

Tak hanya itu, salah satu pengemudi eskavator dilempari, batu, kotoran ternak, dan telur busuk.

"Kami ini rakyat, dulu kita belinya pakai uang. Kita punya bukti pembelian dan petok D dari Pak Suwarso (ahli waris)," teriak salah satu warga kepada polisi.

Salah seorang warga yang rumahnya akan digusur, Amsani (63) menyebut jika dulu membeli sebidang tanah kepada Soewarso seluas 10x10 meter seharga Rp 9 juta sekitar tahun 1994.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Dulunya saya beli tanah di sini Rp 9 juta. Tahun 1994," katanya.

"Saya beli tanah juga sama Pak Suwarso salah satu ahli waris, buktinya itu petok D. Bukti pembelian tanahnya masih saya simpan," kata Abdul Makki warga lainnya.

Juru Sita PN Banyuwangi, Sunardi mengatakan bahwa eksekusi lahan ini berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) tertanggal 30 Oktober dan Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Sementara lahan yang akan dieksekusi seluas 2,4 hektar yang ditempati oleh 45 Kepala Keluarga.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Kami di sini hanya melaksanakan putusan pengadilan," kata Sunardi.

Hingga pukul 11.20 Wib, suasana di lokasi penggusuran masih dipenuhi oleh ratusan aparat Polresta Banyuwangi dan ratusan warga yang menyaksikan.

Beberapa warga yang rumahnya hendak digusur sebagian masih berjaga-jaga di dalam rumah. Bahkan, beberapa ibu-ibu menangis histeris.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.