Sabtu, 20 Jun 2026 12:51 WIB

Demi SDM Unggul, Banyuwangi Luncurkan 'Satu Mahasiswa Satu Ibu Hamil'

Program 'Satu Mahasiswa Satu Ibu Hamil' di Banyuwangi
Program 'Satu Mahasiswa Satu Ibu Hamil' di Banyuwangi

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggandeng perguruan tinggi meluncurkan program 'Satu Mahasiswa Satu Ibu Hamil' untuk membantu memastikan kondisi kesehatan dan kecukupan gizi anak sejak dalam kandungan.

Program ini melibatkan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi, Akademi Kesehatan Rustida Banyuwangi, dan Universitas Airlangga kampus Banyuwangi.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

"Ini dukungan mewujudkan SDM unggul sesuai visi Presiden Jokowi. Nah, kunci SDM unggul bukan hanya lembaga pendidikan, tapi perhatian sejak hulu, yaitu sejak seorang ibu mengandung. Kan itu 1.000 hari pertama kehidupan sejak awal embrio sampai dua tahun adalah window of opportunity, fase terpenting kehidupan manusia. Begitu ada keliru, bisa memengaruhi perkembangan anak selanjutnya," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di sela-sela peringatan Hari Kesehatan Nasional, Selasa (12/11/2019).

Program tersebut diberi nama Aku Beraksi (Bersama Akademisi Selamatkan Ibu dan Bayi) 'One Student One Client', di mana satu mahasiswa jurusan kesehatan mendampingi satu ibu hamil.

Selain memantau perkembangan kehamilan ibu, mahasiswa menjadi konselor gizi dan perilaku hidup sehat bagi ibu hamil hingga masa nifas dan selama menyusui hingga 2 tahun.

'Tahap awal ini, dilibatkan 300 mahasiswa mulai semester empat di masing-masing kampus yang diajak bekerja sama. Sasaran utama adalah ibu hamil dari keluarga tidak mampu. Pendataannya melalui Puskesmas. Ini sekaligus solusi ketersediaan petugas kesehatan, karena tenaga di Puskesmas kan terbatas," jelas Anas.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Dari sisi mahasiswa, mereka tidak perlu menunggu hingga lulus untuk menyalurkan ilmunya," imbuhnya sambil menyebut dengan terjaminnya kondisi ibu hamil dan gizi yang tercukupi, akan lahir generasi penerus yang berdaya saing.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Wiji Lestariono menambahkan setelah data didapatkan dari Puskesmas, pihak kampus akan mengatur jadwal mahasiswa untuk menangani ibu hamil sasaran agar tidak mengganggu perkuliahan.

"Mahasiswa yang dilibatkan adalah mahasiswa kebidanan dan ahli gizi mulai semester empat. Mereka sudah mendapatkan ilmu yang cukup untuk dapat diaplikasikan. Nanti dibikin SOP apa saja yang dilakukan mahasiswa agar semua aktivitas pendampingan ibu hamil dapat terukur hasilnya. Juga ada program bersama pemberian makanan tambahan," ujarnya.

Ia mengaku optimistis program ini bisa menekan angka gagal tumbuh (stunting) dan gizi buruk di Banyuwangi.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Meski angka stunting dan gizi buruk di Banyuwangi relatif sangat rendah, kita tidak boleh berhenti menuntaskannya," ujarnya.

Rektor Stikes Banyuwangi, Soekardjo menyambut baik program kolaborasi dengan pemerintah daerah tersebut, karena juga selaras dengan visi dan misi kampus.

"Kami sangat senang karena kampus ikut berperan langsung dalam menjaga kesehatan masyarakat khususnya ibu hamil," ujar Soekardjo.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.