Selasa, 16 Jun 2026 00:09 WIB

Laporkan Istri ke Polisi, Bule asal Belanda Wadul Jaksa di Banyuwangi

Bule asal Belanda saat wadul ke Kejari Banyuwangi
Bule asal Belanda saat wadul ke Kejari Banyuwangi

jatimnow.com - Bule asal Belanda Hendrik Tibboel alias Abdullah (56), mengaku menjadi korban pencurian. Dalam laporannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, bule itu mengaku bila pelaku pencurian itu adalah istrinya yang kini ditahan polisi.

Kepada wartawan, Abdullah mengaku kejadian itu terjadi pada medio Maret 2019. Namun, peristiwa ini baru dilaporkannya kepada polisi di bulan April.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Abdullah bercerita, pada akhir Maret itu, NH, istrinya, membuatkan kopi di pagi hari. Namun, setelah kopi itu diminumnya, ia justru tidak sadarkan diri hingga tiga hari.

Setelah tersadar, NH bukan membawanya kepada dokter maupun rumah sakit, tapi justru duduk di depan tempatnya tidur dan menanyai soal harta warisan sembari merekamnya dengan video.

"Saat saya bangun, dia datang ambil kursi dan duduk di depan tempat tidur yang direkam aku dan tanya soal siapa yang dapat warisan, siapa nanti yang dapat barang-barangmu (harta)," kata bule yang tinggal di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi itu.

Menurutnya, minuman kopi yang diberikan istrinya waktu itu dicampur tramadol (diduga obat penenang) dalam dosis besar, sehingga membuatnya tidak sadar hingga tiga hari.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Pascakejadian itu, kepada polisi, Abdullah mengaku melaporkan NH karena telah mencuri uangnya sebesar Rp 10 juta. Ia juga melaporkan terkait perkara percobaan pembunuhan. Namun yang diproses polisi, hanya perkara pencuriannya.

"Saya tiga hari hilang (tidak sadar). Saya tahu ada teman dari kelurahan di rumah dan tanya kepada istri saya. Tapi katanya mereka diusir oleh dia, tidak boleh lihat aku sakit. Saya tidak tahu karena habis kecampur obat tramadol," paparnya.

Saat ditemui oleh Wahidah, jaksa yang menangani perkaranya, Abdullah adalah pelapor kasus dugaan pencurian dengan terlapor istrinya berinisial NH yang saat ini berkasnya telah dikembalikan kepada Penyidik Polres Banyuwangi.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Berkas masih P-19. Apa yang kurang lengkap itu kewenangan penyidik. Kejadiannya Maret dilaporkan Juli," jelasnya didampingi Kasi Intel Kejari Banyuwangi, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro.

Abdullah berharap, perkara yang dilaporkannya ini segera diproses dan mendapat kepastian hukum. Sebab hingga hari ini atau di bulan ke tujuh sejak dilaporkan perkara ini, belum masuk ke ranah pengadilan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.