Jumat, 19 Jun 2026 22:15 WIB

Berhasil Masuk China, Semen Indonesia Genjot Penjualan Ekspor

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk, Sigit Wahono
Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk, Sigit Wahono

jatimnow.com - PT Semen Indonesia Tbk mengoptimalkan produk bahan baku bangunan atau semen asli Indonesia menembus pasar China seiring dengan peningkatan ekspor mulai Januari hingga September mencapai 2,9 juta ton atau meningkat 7 persen.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk, Sigit Wahono mengatakan ekspor ke China berawal saat pihaknya membuka penawaran melalui website kepada buyer dikawasan regional.

Baca Juga: Indowood Expo 2026 Dibuka di Surabaya, Jatim Bidik Pasar Ekspor Global

"Kemarin ada buyer (pembeli) dari China memang ingin membeli produk kita," kata Sigit Wahono, Senin (11/11/2019).

Meski sudah masuk pasar China, Sigit mengatakan jika ekspor semen ke Negara Tirai Bambu tersebut masih belum secara kontinu atau berkelanjutan, melainkan masih parsial.

"Harapannya kita masih memiliki peluang, tapi kita tetap mencari pasar baru, karena ini belum kontinu," lanjutnya.

Selain mulai menembus pasar di China, Semen Indonesia juga masih fokus di pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara seperti Sri Langka, Bangladesh, Filipina, Timor Leste.

"Saat ini kami juga fokus pada pasar baru kami di Maladewa," ujarnya.

Baca Juga: Proyek Rp1,4 T SIG Tuntas, Kapasitas Ekspor Tembus 1 Juta Ton

Sigit memaparkan bahwa produk Semen Indonesia diekspor ke China karena pasokan semen dari pabrikan dalam negeri terkendala regulasi terhadap faktor lingkungan yang diterapkan pemerintahan setempat. Sehingga produsen semen di China harus berhenti berproduksi.

"Di sana ada pembaruan regulasi karena memang ada beberapa pabrik yang harus diperbaiki sebelum untuk beroperasi. Sehingga pabrik semen yang sudah tua harus dibangun lagi dan untuk memenuhi pasokan di sana ada buyer yang beli ke kita," terangnya.

Sigit menjelaskan mulai Januari hingga September 2019 jumlah ekspor Semen Indonesia mencapai 2,9 juta ton atau meningkat 7 persen.

"Memang kondisi pasar semen dalam negeri saat ini tidak sebagus ekspor. Secara total market mengalami penurunan 2 persen dibanding tahun lalu," katanya.

Baca Juga: Penjualan Naik, SIG Raup Pendapatan Rp8,29 Triliun

Sigit menambahkan dari data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), saat ini, kapasitas semen di Tanah Air telah mencapai 113,1 juta ton.

Sementara kebutuhan semen di pasar hanya 70 juta ton, dengan begitu Indonesia mengalami kelebihan kapasitas produksi sekitar 30 juta ton.

Ia pun berharap, setelah Pemilu 2019 perekonomian bisa kembali mengeliat dan berdampak peningkatan pasar semen domestik.

"Kita optimis setelah selesainya pesta demokrasi tahun ini, ke depan harapannya berbagai proyek strategis nasional dan proyek-proyek swasta ini meningkat. Harapannya pasar semen domestik bisa meningkat," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.