Penjualan Naik, SIG Raup Pendapatan Rp8,29 Triliun
- Penulis : Ali Masduki
- | Sabtu, 02 Mei 2026 22:06 WIB
jatimnow.com - Kinerja SIG 2026 menunjukkan tren positif di tengah tekanan industri semen Indonesia. Semen Indonesia membukukan pendapatan Rp8,29 triliun pada kuartal I 2026, dengan laba bersih mencapai Rp80 miliar atau naik 88 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut ditopang penjualan semen naik hingga 8,71 juta ton atau tumbuh 1,7 persen secara tahunan. Pasar domestik menjadi penggerak utama dengan kenaikan 5,4 persen, terutama dari semen kantong yang melonjak 11 persen.
Baca Juga: SIG Salurkan Sapi dan Kambing Kurban hingga Papua Barat
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan transformasi bisnis mulai menunjukkan hasil.
“Transformasi bisnis yang dijalankan mampu menjaga pertumbuhan volume penjualan, pendapatan, hingga laba pada kuartal I 2026,” ujarnya.
Di tengah kondisi industri semen Indonesia yang mengalami kelebihan pasokan dan tekanan biaya energi, SIG tetap menjaga kinerja operasional. Beban pokok pendapatan tercatat Rp6,62 triliun atau naik 8,6 persen seiring peningkatan produksi dan biaya bahan bakar.
Biaya operasional juga meningkat sekitar 9 persen. Namun, perusahaan berhasil menekan biaya keuangan bersih hingga turun 35,4 persen sehingga profit tetap terjaga.
SIG mencatat EBITDA sebesar Rp1,06 triliun dan laba sebelum pajak Rp156 miliar. Secara keseluruhan, kinerja SIG 2026 menghasilkan lonjakan laba periode berjalan sebesar 88,7 persen dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga: Proyek Rp1,4 T SIG Tuntas, Kapasitas Ekspor Tembus 1 Juta Ton
Vita menyebut strategi perusahaan terus diarahkan pada penguatan pasar dan efisiensi.
“Kami memperkuat pasar mikro, menjaga efisiensi biaya, serta mengembangkan produk turunan semen agar tetap kompetitif,” katanya.
Untuk menghadapi tekanan industri semen Indonesia, SIG mulai memperluas pasar ekspor. Bersama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan Taiheiyo Cement Corporation, perusahaan telah menyelesaikan pembangunan fasilitas dermaga dan produksi di Tuban, Jawa Timur.
Fasilitas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 dan akan menjadi pintu ekspor semen ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
Baca Juga: Efisiensi Energi SIG, Pakai RDF dan Panel Surya Demi Tekan Emisi
“Ekspor menjadi peluang untuk meningkatkan utilitas produksi sekaligus memberikan margin yang lebih besar,” ujar Vita.
Ekspansi ini menjadi langkah penting bagi Semen Indonesia dalam menjaga pertumbuhan di tengah kondisi pasar domestik yang jenuh. Dengan penjualan semen naik dan pasar yang diperluas, SIG berupaya mempertahankan kinerja positif sepanjang 2026.
Sebagai holding BUMN, SIG menaungi sejumlah produsen seperti Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa, Solusi Bangun Indonesia, Semen Baturaja, hingga Thang Long Cement di Vietnam. Perusahaan juga terus menjalankan praktik bisnis berkelanjutan melalui pengurangan emisi dan pengelolaan lingkungan.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-84216-penjualan-naik-sig-raup-pendapatan-rp829-triliun