Senin, 15 Jun 2026 17:02 WIB

Seorang Nenek Disergap Polisi saat Transaksi 2000 Butir Pil Koplo

  • Penulis : Moch Rois
  • | Senin, 28 Okt 2019 15:46 WIB
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menginterogasi nenek pengedar pil koplo
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menginterogasi nenek pengedar pil koplo

jatimnow.com - Seorang nenek di Pasuruan dibekuk polisi setelah terbukti mengedarkan pil koplo. Dari tangan nenek bernama Romlah (42), warga Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan itu, disita 2000 butir pil koplo berlogo Y.

Romlah disergap Tim Satresnarkoba Polres Pasuruan di SPBU Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, saat bertransaksi dengan Choirudin (21), tetangganya.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Sehari-hari saya kerja sebagai buruh cuci, suami saya nelayan. Penghasilan tidak menentu, akhirnya saya terpaksa mengedarkan pil (koplo) ini," turu Romlah yang mengaku memiliki empat anak dan dua cucu ini, di Mapolres Pasuruan, Senin (28/10/2019).

Dalam satu hari, Romlah mengaku bisa menjual obat keras berbahaya itu sebanyak satu kaleng yang berisi 1000 butir, dengan harga Rp 800 ribu. Terhitung, dia sudah menjalankan bisnis terlarangnya tersebut selama tiga bulan terakhir.

"Saya hanya dapat keuntungan Rp 50 ribu, setiap transaksi," ungkapnya.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Sementara itu, tersangka Choirudin yang sehari-hari berjualan tahu di Pasar Gadingrejo, Kota Pasuruan, mengaku dititipi temannya saat bertransaksi dengan tersangka Romlah.

"Teman saya titip dibelikan (pil koplo) Pak," dalih Choirudin.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menjelaskan, selain mengamankan 2.000 butir pil koplo, timnya juga menyita narkotika jenis sabu seberat 0,50 gram dari tersangka Choirudin.

"Selain pemakai narkotika, tersangka laki-laki ini sekaligus pengedarnya," pungkas Alumnus AKPOL tahun 2001 ini.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.