Jumat, 12 Jun 2026 10:42 WIB

Banyuwangi Darurat Miras, PCNU: Penjual dan Pengedar Harus Hukum Berat

  • Penulis :
  • | Selasa, 24 Apr 2018 16:22 WIB
Ketua mandataris PCNU terpilih Ali Makki Zaini.
Ketua mandataris PCNU terpilih Ali Makki Zaini.

jatimnow.com - Dua minggu terakhir, mulai dari korban meninggal dunia hingga pengeroyokan sebab minuman keras (miras) terjadi di Banyuwangi. Seakan Banyuwangi sudah darurat miras.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, Ali Makki Zaini mengatakan peraturan daerah (Perda) nomor 12 tahun 2015 tentang pengawasan, pengendalian peredaran, dan penjualan minuman beralkohol harus dapat memberikan efek jera terhadap penjual dan pengedar.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Bagi penjual atau pengedar hukumannya harus lebih berat lagi, kalau perlu direvisi (Perda nomor 12 tahun 2015)," tegas Gus Makki sapaan Ali Makki Zaini kepada jatimnow.com di Banyuwangi, Selasa (24/4/2018).

Namun, memang harus melalui penelitian dan mengkaji Perda nomor 12 tahun 2015 itu secara serius, supaya dapat memberikan efek jera bagi penjual dan pengedar.

"Perda ini kan bukan barang yang hidup, hanya tertulis tetapi harus dihidupkan, yang diperlukan eksekusi secara serius. Kita akan mendorong legislatif melalui beberapa fraksi dan eksekutif untuk merevisi tapi tentunya melalui penelitian dan kajian," kata dia.

Menurutnya, minuman keras yang mengandung alkohol dari sudut kacamata agama selain sebagai barang haram, juga dapat merusak organ-organ di dalam tubuh.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Agama apapun pada dasarnya melarang meminum minuman beralkohol karena mengganggu kesehatan. Oleh karena itu, kita akan meminta bantuan beberapa fraksi DPRD untuk konsen masalah larangan peredaran miras ini," ujarnya.

Seperti diketahui, semalam di Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, 3 pemuda dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal.

Akibatnya, 2 korban Nanda (21), Holin (25) mengalami luka ringan di tangannya. Seorang lainnya, Farid Anwar menderita luka bocor di kepalanya akibat dikepruk botol bir.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

 

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.