Minggu, 14 Jun 2026 10:18 WIB

Gandrung Sewu Banyuwangi, Bupati Anas: Ajang Anak Muda Peduli Budaya

Festival Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi
Festival Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi

jatimnow.com - Festival Gandrung Sewu yang diikuti sekitar 1.400 pelaku seni, disebut Bupati Abdullah Azwar Anas sebagai bentuk dari kemandirian budaya yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

"Bayangkan, anggaran yang kita siapkan terbatas Rp 800 juta. Tapi berkat swadaya budaya dan swadaya dari anak-anak, ini luar biasa," kata Bupati Anas di Pantai Boom Banyuwangi, Sabtu (12/10/2019).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Tahun ini, Festival Gandrung Sewu mengambil tema 'Panji-Panji Sunangkoro' yang dibalut dalam sendratari. Berkisah, perjuangan heroik rakyat Bumi Blambangan melawan kolonialisme Belanda.

Panji-Panji Sunangkoro atau bendera-bendera yang bergambar kepala serigala melolong dijadikan sebagai penyemangat perang melawan penjajah pada tahun 1971 Masehi.

"Ditengah gempuran budaya global lewat media sosial, dimana anak-anak mulai teralienasi dari budaya lokalnya atau identitas budayanya, Gandrung Banyuwangi menjadi cara daerah agar anak-anak tetap peduli dan senang dengan budayanya," ujarnya.

"Sehingga dengan demikian, Alhamdulillah Gandrung Sewu dari waktu ke waktu terus bangkit," tambah Anas.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Dalam kesempatan itu, Anas menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang menjadikan Gandrung Sewu bagian top event dari kementerian pariwisata di tingkat nasional.

"Saya juga terima kasih kepada anak-anak karena telah berlatih dengan gigih dan tadi tampil selama 1 jam setengah," katanya.

Menurut Anas, Festival Gandrung Sewu dapat menjadi kekuatan pemersatu dari berbagai latar belakang agama, suku, ras, dan etnis.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Ini menjadi kekuatan pemersatu dari berbagai latar belakang agama, etnis, menjadi bagian yang menyatu di festival ini," ujarnya.

Salah seorang penari gandrung, Fitri asal SMAN 1 Rogojampi mengaku bangga dapat menjadi bagian pagelaran ini. Terlebih, ia mengaku, telah mengikuti festival ini yang ke empat kalinya.

"Saya 4 kali ikut pagelaran Gandrung Sewu dan untuk hari ini, tadi mulai make up dari jam 4 pagi," kata Fitri.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.