Senin, 15 Jun 2026 00:19 WIB

Panitia Pilkades Jambewangi Digugat ke PN Banyuwangi, Ini Pemicunya

Panitia Pilkades Jambewangi digugat ke PN Banyuwangi
Panitia Pilkades Jambewangi digugat ke PN Banyuwangi

jatimnow.com - Diduga lakukan 'permainan' dalam tes tulis bagi bakal calon kepala desa (bacakades), Panitia Pilkades Jambewangi, digugat di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Rabu (25/9/2019).

Gugatan itu dilakukan menyusul adanya kongkalikong antara satu atau dua bacakades dengan Panitia Pilkades Jambewangi untuk pengaturan skor hasil tes tulis awal September 2019.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Salah satu Bacakades Jambewangi, Sugeng mengaku menjadi korban atas dugaan adanya 'permainan' tersebut.

Sugeng melalui pengacaranya Eko Sutrisno mengatakan bila gugatan itu telah diajukan ke PN Banyuwangi. Gugatan itu terkait perbuatan melawan hukum pada seleksi Bacakades Jambewangi, Kecamatan Sempu.

"Ada indikasi seleksi ini tidak berjalan dengan fair. Panitia sendiri kita minta persurat, apa saja yang dijadikan dasar untuk memberikan penilaian skoring itu, sampai sekarang tidak memberikan jawaban," kata Eko di PN Banyuwangi.

Bahkan, saat meminta untuk diperlihatkan hasil lembar jawaban milik kliennya, Panitia Pilkades tidak memberikannya, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Ada juga ketidak-fair-an itu muncul sebelum tes tulis dilaksanakan, sudah tersiar kabar bahwa klien kami sudah dinyatakan tidak lulus," ungkapnya.

Dari beberapa poin itu, Eko mencurigai adanya 'permainan' dalam seleksi tes tulis bacakades seperti yang dialami kliennya yang mendaftar di Desa Jambewangi. Menurut kliennya, dugaan 'permainan' yang dilakukan Panitia Pilkades Jambewangi terdapat pada salah satu kriteria penyekoran, yaitu pengalaman pemerintahan di tingkat desa.

"Seperti misalnya, salah satu bacakades tidak memiliki pengalaman kerja di bidang pemerintahan desa, misal jadi ketua RT, tapi punya surat pernah menjabat," sebut Eko.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Dengan adanya gugatan ini, kami berharap pelaksanaan pilkades serentak ini bisa ditunda," tambahnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Panitia Pilkades Jambewangi Hari Suharto mengaku menghargai sikap salah seorang bacakades dari daerahnya yang menempuh jalur hukum.

"Kami ini lembaga ad hoc, setelah pilkades selesai, kita juga selesai. Kami sangat menghormati upaya hukum melalui jalur perundangan yang ada. Kami sangat menghormati," ujar Hari.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.