Senin, 15 Jun 2026 10:17 WIB

Situs Kuno Dipugar Ilegal, Tim Ahli Cagar Budaya Banyuwangi Bereaksi

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banyuwangi memasang papan peringatan di Situs Candi Gumuk Payung. kawasan Perhutani Desa Jambewangi. Kecamatan Sempu
Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banyuwangi memasang papan peringatan di Situs Candi Gumuk Payung. kawasan Perhutani Desa Jambewangi. Kecamatan Sempu

jatimnow.com - Sejumlah potensi cagar budaya di Banyuwangi dalam kondisi mengkhawatirkan akibat pemugaran ilegal. Salah satunya Situs Candi Gumuk Payung di kawasan Perhutani Desa Jambewangi. Kecamatan Sempu.

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banyuwangi Bonavita Budi Wijayanto mengatakan, pemugaran sepihak itu menimbulkan kerusakan pada Candi Gumuk Payung. Tim ini khawatir dengan puing-puing struktur bangunan kuno tersebut.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Pemugaran itu memunculkan kekhawatiran dari TACB akan nasib puing-puing bangunan yang diduga candi atau struktur bangunan kuno di wilayah hutan Perhutani itu," ungkapnya kepada jatimnow.com, Senin (23/9/2019).

TACB juga sudah melaporkan kondisi situs itu kepada Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, sebelum dan pascapembongkaran sepihak. Saat itu Disbudpar berjanji akan menyediakan papan peringatan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Untuk pengadaan papan peringatan itu sudah diusulkan sejak tahun 2015 dan hingga sekarang belum pernah terealisasi," tambahnya.

Baca Juga: Pemugaran Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dimulai, Ini Harapan Khofifah

Padahal, lanjut Budi, papan peringatan bagian dari sosialisasi Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

"Pada akhirnya para anggota TACB Banyuwangi berinisiatif mandiri membuat papan peringatan yang akan dipasang di sejumlah situs di Banyuwangi," paparnya.

Papan peringatan juga termasuk yang telah dipasang di Situs Gumuk Payung pada Minggu (22/9/2019) kemarin, dengan bekerjasama dengan Perhutani Banyuwangi Barat dan LMDH Jambewangi.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Papan peringatan lainnya juga akan dipasang di potensi Situs Benteng Kuno Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar dan potensi Situs Kuno Maelang, Kecamatan Wongsorejo.

"Kami sebagai Tim Ahli Cagar Budaya Banyuwangi sebenarnya ingin berbuat," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.