Selasa, 16 Jun 2026 12:14 WIB

Pemugaran Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dimulai, Ini Harapan Khofifah

  • Penulis : Bramanta
  • | Kamis, 02 Apr 2026 08:05 WIB
Khofifah saat meninjau kondisi sayap barat gedung Grahadi yang hendak dipugar. (Foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)
Khofifah saat meninjau kondisi sayap barat gedung Grahadi yang hendak dipugar. (Foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memulai pemulihan bangunan sayap barat Gedung Negara Grahadi yang rusak akibat kebakaran saat kerusuhan pada Agustus 2025. Proses pemugaran ditandai dengan groundbreaking yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (1/4/2026).

Dalam prosesi tersebut, Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak melakukan simbolis pengelupasan lapisan dinding bangunan yang terdampak kebakaran. Kegiatan ini turut didampingi Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jatim I Nyoman Gunadi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Sebelum groundbreaking, digelar doa bersama yang dipimpin Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng bersama jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim.

Khofifah menegaskan, pemulihan dilakukan dengan prinsip menjaga keaslian bangunan mengingat Grahadi merupakan cagar budaya yang memiliki nilai historis tinggi. Seluruh proses, diharapkan telah melalui koordinasi intensif dengan tim cagar budaya.

“Kita ingin memastikan hasil pemugaran semaksimal mungkin menyerupai bentuk aslinya. Meski tentu tidak bisa persis, tetapi keserupaan akan dimaksimalkan,” ujarnya.

Lingkup pekerjaan pemugaran meliputi rekonstruksi atap, replikasi elemen bangunan seperti engsel, kusen dan pintu, hingga penataan ulang ruang yang terdampak. Selain itu, hasil ekskavasi arkeologis seperti balok kayu dan struktur lama juga akan diekspos sebagai bagian dari nilai edukasi.

Ia menjelaskan, terdapat spesifikasi khusus dalam proses pemugaran, terutama pada material bangunan. Beberapa bahan bahkan harus didatangkan dari luar negeri karena memiliki karakteristik tertentu yang sesuai dengan konstruksi lama.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

“Bangunan ini sejak awal tidak menggunakan semen, melainkan kapur sebagai perekat. Beberapa bagian lama seperti kusen tetap dipertahankan,” jelasnya.

Pemulihan diawali dengan proses identifikasi material sisa kebakaran, seperti batu bata dan genteng, untuk memastikan kesesuaian dengan bentuk awal bangunan. Seluruh tahapan tersebut dikawal oleh tim ahli cagar budaya dan berbagai elemen terkait.

Khofifah berharap, peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut bertanggung jawab dalam pelestarian bangunan bersejarah.

“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya, bukan hanya Grahadi tetapi seluruh yang ada di negeri ini,” tuturnya.

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

Pemugaran sayap barat Grahadi ditargetkan rampung dalam 210 hari kalender, mulai 30 Maret hingga 25 Oktober 2026. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp12,76 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Selain mempertahankan keaslian struktur, pemugaran juga mencakup penguatan konstruksi atap melalui penambahan ring balok serta penggunaan material marmer pada lantai yang disesuaikan dengan bangunan utama. Sistem proteksi kebakaran turut dipasang sebagai langkah mitigasi risiko di masa mendatang.

Sebagai bangunan yang berdiri sejak 1810, Grahadi memiliki nilai sejarah tinggi. Dalam proses pemugaran ini, elevasi lantai asli juga akan ditampilkan melalui metode ekskavasi dan dilapisi kaca, sehingga dapat menjadi sarana edukasi mengenai sejarah dan teknologi konstruksi masa lampau.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.