Jumat, 19 Jun 2026 20:19 WIB

Pria Difabel asal Ngawi ini Sulap Paralon Bekas Jadi Lampu Hias

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 17 Sep 2019 13:40 WIB
Suwandi, difabel asal Ngawi sedang mengerjakan karya lampu hias dari paralon bekas
Suwandi, difabel asal Ngawi sedang mengerjakan karya lampu hias dari paralon bekas

jatimnow.com - Hidup dengan keterbatasan fisik, tak lantas membuat Suwandi berpasrah diri. Meski difabel atau menyandang lumpuh layu, pria 30 tahun itu tetap berjuang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

Di rumahnya di Desa/Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Suwandi tampak menggunakan tongkat kayu. Alat iniah yang membantunya berjalan dan beraktivitas setiap hari. Tangan Suwandi menenteng paralon besar. Tak lama, Suwandi duduk bersimpuh.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Tangannya kemudian menggapai gergaji untuk memotong beberapa batang paralon bekas. Tangannya mulai menggambar sebuah pola yang kemudia ia bor untuk dipasangi lampu hias hingga paralon bekas itu menjadi hiasan lampu hias yang indah.

"Ini lagi mengerjakan pesanan," kata Suwandi saat ditemuai jatimnow.com di rumahnya, Selasa (17/9/2019).

Sambil mengerjakan kerajinan itu, Suwandi mulai bercerita bahwa ia sudah lumpuh sejak kecil akibat penyakit polio yang dideritanya. Atas penyakit itu, olokan demi olokan ia terima dari teman-temannya. Namun, justru olokan itulah yang justru memompa semangatnya. Pelan-pelan ia mengasah kemampuannya dalam hal kerajinan.

Deretan lampu hias dari paralon bekas buatan SuwandiDeretan lampu hias dari paralon bekas buatan Suwandi

"Saya buat banyak kerajinan, mulai robot dari korek api, motor kaleng hingga tas dari pelepah pisang. Tapi yang saya tekuni membuat kerajinan dari paralon bekas ini," tutur Suwandi.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

Kerajinan lampu hias dari paralon bekas itu ditekuninya sejak beberapa tahun lalu, saat dirinya berhenti menjadi penjaga kos. Dia mulai mencoba kerajinan itu setelah mempelajari caranya di YouTube.

Tutorial yang dia pelajari dari YouTube, kemudian ia kembangkan dengan kreasi seni. Dengan imajinasi dan bakat seni yang ia miliki, ia pun menyulap paralon-paralon bekas menjadi lampu hias.

"Alhamdulillah banyak yang datang dan tertarik untuk membelinya," tambahnya.

Tidak hanya itu, kini ia mendapat banyak pesanan. Ada yang memesan lampu hias dengan pola tokoh kartun, kaligrafi, gambar binatang hingga mozaik.

Baca Juga: Dari Kursi Roda, Karya Rajut Disabilitas di Kediri Ini Tembus Pasar Internasional

"Ada yang minta dibuatkan lampu. Tapi ada juga yang minta dibuatkan wadah pensil atau pulpen saja," ungkapnya.

Pesanan itu tidak hanya dari Ngawi saja, melainkan dari sejumlah kota di Jawa Timur bahkan dari Jakarta. Hasil karyanya itu dibandrol mulai Rp 50 ribu hingga ratusan ribu.

"Sebulan bisa menghasilkan lebih dari 100 kerajinan. Ini masih akan saya pasarkan lagi, agar semakin laku," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.