Kamis, 18 Jun 2026 04:21 WIB

Dari Kursi Roda, Karya Rajut Disabilitas di Kediri Ini Tembus Pasar Internasional

  • Penulis : Yanuar D
  • | Jumat, 01 Mei 2026 20:45 WIB
Siti Musripah (40), disabilitas as Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri saat membuat produk rajut. (Foto: Nanik for jatimnow.com)
Siti Musripah (40), disabilitas as Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri saat membuat produk rajut. (Foto: Nanik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Keterbatasan tak pernah menjadi alasan bagi Siti Musripah (40), warga Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, untuk berhenti berkarya. Dari tangan kreatifnya, lahir berbagai produk rajutan yang kini tak hanya diminati pasar lokal, tetapi juga menembus luar negeri.

Perjalanan usaha “Siti Handmade” bermula pada 2014. Saat itu, Siti hanya sekadar mencoba merajut karena tertarik melihat hasilnya yang lucu dan proses pembuatannya yang relatif cepat.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

“Awalnya cuma coba-coba, karena lihat rajutan itu lucu dan pengerjaannya cepat,” ujarnya.

Siapa sangka, hobi sederhana yang dipelajarinya secara otodidak itu kini berkembang menjadi sumber penghasilan utama.

Beragam produk berhasil ia ciptakan, mulai dari dompet, tas, hingga gantungan kunci. Dari sekian banyak produk, gantungan kunci menjadi yang paling diminati. Bentuk teddy bear dan bebek menjadi favorit pelanggan.

“Yang paling ramai gantungan kunci,” katanya.

Pesanan datang dari berbagai daerah seperti Bojonegoro, Madiun, hingga Bali. Bahkan, produknya pernah dikirim ke luar negeri. Untuk pasar Bali saja, pesanan bisa mencapai 200 hingga 400 unit per bulan, sebagian besar untuk dijual kembali.

Dalam sehari, Siti mampu memproduksi sekitar 5 hingga 20 item, tergantung tingkat kesulitan. Harga produknya pun terjangkau, mulai dari Rp8 ribu hingga Rp35 ribu.

Pemasaran dilakukan secara online melalui Instagram dan Facebook, serta pemesanan langsung via WhatsApp. Strategi ini terbukti efektif memperluas jangkauan pasar.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

“Yang paling sering dari Bojonegoro sama Madiun,” imbuhnya.

Tak hanya melayani pembelian satuan, Siti juga kerap menerima pesanan dalam jumlah besar untuk kebutuhan souvenir berbagai acara, seperti Lebaran dan Natal. Desain produk biasanya disesuaikan dengan tema, misalnya karakter berhijab saat Lebaran.

Dalam kesehariannya, Siti merajut sejak pukul 06.00 WIB hingga malam hari. Dari atas kursi roda, ia mengerjakan seluruh proses produksi secara mandiri. Meski begitu, bukan berarti tanpa kendala.

“Kendalanya kalau bahan habis, apalagi tinggal sedikit, benangnya malah habis,” ungkapnya.

Untuk menjaga kualitas, Siti menggunakan benang jenis milk cotton yang dikenal halus, ringan, dan empuk. Bahan tersebut ia pesan secara online karena sulit ditemukan di Kediri.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

“Biasanya pesan lewat Shopee, soalnya di Kediri jarang,” jelasnya.

Di tengah kesibukannya, Siti juga aktif dalam komunitas Disabilitas Kediri Tangguh (DIKTA). Melalui berbagai kegiatan komunitas, ia semakin leluasa memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Ke depan, Siti berharap usahanya dapat berkembang lebih besar, bahkan mampu berproduksi dalam skala pabrik dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui toko online.

Dari keterbatasan, Siti membuktikan bahwa ketekunan dan kreativitas mampu merajut peluang hingga menjangkau dunia.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.