Minggu, 21 Jun 2026 02:12 WIB

Tak Dapat Restu Ibu Pindah ke Papua, Pemandu Pesawat Pilih Jadi Driver

Mohamad Yuangga, mantan pemandu pesawat yang kini menjadi driver di perusahaan transportasi Banyuwangi
Mohamad Yuangga, mantan pemandu pesawat yang kini menjadi driver di perusahaan transportasi Banyuwangi

jatimnow.com - Lantaran tidak dapat restu ibu untuk pindah tugas ke Papua, seorang Helicopter Landing Officer (HLO) atau pemandu pesawat di Bandara Internasional Banyuwangi, akhirnya bekerja sebagai driver di sebuah perusahaan transportasi.

Mantan pemandu pesawat itu bernama Mohamad Yuangga (24), asli Banyuwangi. Angga-sapaan akrabnya mengaku, dirinya menjadi seorang pemandu pesawat sejak pertengahan tahun 2016 hingga bulan Juni 2019. Dan kini, ia menjadi seorang driver lantaran tidak memperoleh restu dari ibunya, Sri Rayahu.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Pemuda kelahiran tahun 1995 itu merupakan putra daerah Dusun Kaligoro, Desa Sukomaju, Kecamatan Srono Banyuwangi.

"Setelah dua tahun bekerja sebagai HLO di Bandara Banyuwangi, rencananya saya mau di pindahkan ke Papua. Tapi karena ibu tidak merestui, saya milih melamar sebagai driver di PT Artha Berlian Blambangan," ungkap Angga, Selasa (3/9/2019).

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Dulu, setelah mengenyam pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Srono, anak sulung dari 4 bersaudara itu melanjutkan studinya di PT Pradana Satya Jaya Jakarta selama 2 tahun 8 bulan.

"Tugas HLO itu lebih kepada mempersiapkan penerbangan, mulai jadwal keberangkatan, pilot, manivest penumpang, bandara tujuan hingga perlengkapan keperluan penerbangan," paparnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Meski kecintaannya sebagai pemandu pesawat sudah tertanam, tapi Angga mengaku tetap enjoy dengan rutinitas barunya saat ini sebagai driver. Ia menjadi driver sejak bulan Juli 2019. Meski menjadi driver, ia mengaku tidak patah arang untuk melanjutkan perjalanan karirnya.

"Pertimbangannya, saya lebih memilih restu orangtua, karena restu orangtua adalah doa terbaik kita," tambah Angga.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.