Jumat, 12 Jun 2026 06:55 WIB

25 Tumpeng Raksasa Diarak dalam Grebeg Suro di Pekulo Banyuwangi

Warga Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi mengarak 25 tumpeng raksasa dalam Grebeg Suro
Warga Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi mengarak 25 tumpeng raksasa dalam Grebeg Suro

jatimnow.com - Menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah, 1441 atau Satu Suro, warga Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi mengarak 25 tumpeng raksasa dan 1000 ancak.

Sebelum dijadikan rebutan warga, 25 tumpeng raksasa itu diarak mengelilingi kampung sejauh tiga kilometer. Ribuan masyarakat dari dusun serta dari desa tetangga terlihat berkerumun memadati rute arak-arakan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Ini merupakan tradisi tahunan masyarakat Pekulo memperingati Satu Suro atau Tahun Baru Hijriah," kata Ketua Panitia, Andre Subandrio, Sabtu (31/8/2019).

Menurut Andre, Grebeg Suro tidak sekedar arak-arakan keliling kampung, tapi memiliki tujuan untuk mengucap syukur serta memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi keselamatan dan keberkahan bagi daerah tersebut.

"Leluhur kami mengajarkan demikian untuk membersihkan kampung dari bala, musibah dan marabahaya," ujar Andre.

Warga berebut tumpeng raksasa yang diarak dalam Grebeg Suro di Pekulo, BanyuwangiWarga berebut tumpeng raksasa yang diarak dalam Grebeg Suro di Pekulo, Banyuwangi

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Awalnya, tradisi suroan ini hanya dilakukan secara individu di masing-masing rumah warga. Namun sejak 7 tahun terakhr, dilakukan secara serempak. 25 tumpeng raksasa itu dibuat di setiap RT yang berjumlah 16 dan lembaga pendidikan di daerah tersebut.

Terdapat tumpeng raksasa yang berisi nasi kuning dan nasi putih. Ada pula tumpeng yang terdiri dari hasil bumi serta berbagai jenis tanaman palawija atau sayur-mayur.

"Tujuannya, agar persatuan dan kebersamaan warga kampung semakin kuat," tambahnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Salah seorang warga, Endang mengaku telah mengikuti Grebeg Suro itu sejak tahun 2012. Masyarakat di dusun tersebut, kata dia, mayakini bahwa acara suroan dapat mendatangkan keberuntungan dan manjauhkan masyarakat dari segala musibah.

"Ini saya hanya kebagian nasi dan beberapa lauk. Nantinya akan saya berikan kepada suami dan anak-anak. Harapannya, ya supaya setahun ke depan keluarga kami mendapat keberuntungan dan dijauhkan dari musibah," ujar Ibu dua anak ini.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.