Sabtu, 13 Jun 2026 10:37 WIB

Kerusuhan di Manokwari, Khofifah Minta Maaf ke Gubernur Papua

Gubernur Khofifah dan Kapolri Tito
Gubernur Khofifah dan Kapolri Tito

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf atas nama masyarakat Jatim. Sekali lagi (kejadian tersebut) tidak mewakili masyarakat Jatim," ujar Khofifah di RS Bhayangkara, Surabaya, Senin (19/8/2019).

Baca Juga: Gubernur Khofifah Optimistis Produktivitas Gula Jatim Terus Meningkat

Menurutnya, perlakuan rasisme yang ditujukan kepada puluhan mahasiswa Papua di Surabaya dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum tersebut diduga sengaja membuat provokasi untuk menyulut massa.

"Yang terkonfirmasi ke beberapa elemen kemudian menimbulkan sensitifitas adalah kalimat-kalimat yang kurang sepantasnya terucap. Saya ingin menyampaikan bahwa itu sifatnya personal dan itu tidak mewakili masyarakat Jatim," katanya.

Khofifah mengaku telah menghubungi Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk memohon maaf sekaligus mengkonfirmasi bahwa rasisme tersebut bukan mewakili suara masyarakat Jawa Timur.

"Untuk itu harus dibedakan antara letupan yang bersifat dari personal. Oleh karena itu hal yang bisa kita komunikasikan mari kita maksimalkan. Insyaallah nanti Gubernur Papua akan ke Jatim, mereka juga akan mengkomunikasikan dengan mahasiswa Papua yang sedang studi di Jatim tidak hanya Surabaya dan Malang tapi daerah lain," ungkapnya.

"Selama ini terjalin baik. Pada saat kita kampanye untuk membangun pemilu damai mereka juga hadir, upacara saat hari Bhayangkara mereka juga hadir, hari Kebangkitan Nasional dan hari Pendidikan Nasional juga hadir ikut upacara di Grahadi," jelasnya.

Baca Juga: Khofifah Dampingi Sheikh Afeefuddin Kunjungi Ponpes Genggong Probolinggo

Khofifah menjamin bahwa masyarakat dan mahasiswa Papua yang tengah berada di Jawa Timur tetap dalam kondisi aman dan terlindungi dengan baik.

"Seluruh mahasiswa Papua yang sedang studi di Jatim mereka akan terjaga keamanananya mereka akan terlindungi. Jadi saya berharap mereka bisa melanjutkan studinya dengan baik," ujarnya.

Khofifah berpesan, sebagai masyarakat yang berbangsa dan bernegara harus membangun komitmen untuk menjaga NKRI, Pancasila dan Medah Putih.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

"Atas nama komitmen itulah mari bersama sama kita menempatkan satu yang lain setara. Harus saling menghormati saling menghargai," tutupnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.