Minggu, 14 Jun 2026 19:01 WIB

Diduga Keracunan, 6 Pasien RSUD Blambangan Meninggal

  • Penulis :
  • | Kamis, 19 Apr 2018 18:39 WIB
Direktur RSUD Blambangan dr Taufik Hidayat
Direktur RSUD Blambangan dr Taufik Hidayat

jatimnow.com - Enam orang pasien diduga meninggal akibat keracunan sejak awal April hingga Kamis (19/4/208) ini, di RSUD Blambangan Banyuwangi.

Namun, hingga kini belum dapat dipastikan penyebab keracunan para pasien tersebut.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Direktur RSUD Blambangan, dr Taufik Hidayat menjelaskan, dari 10 pasien yang ditangani baik di Instalasi Gawat Darurat dan Unit Gawat Darurat (IGD-UGD) dari 10 pasien 6 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Namun, hingga sejauh ini pihaknya tidak dapat memastikan apakah penyebab kematian 6 orang tersebut diakibatkan oleh intoksikasi (keracunan).

"Tidak semua pasien kami meninggal akibat meminum minuman beralkohol. Karena saat dilakukan perawatan tidak ditemukan muntahan berbau alkohol, mulutnya juga tidak berbusa akibat alkohol. Karena jarak antara mulai minum dengan meninggalnya korban, ada rentang yang cukup panjang," jelas dr Taufik saat diwawancarai di RSUD Blambangan.

Dia kembali menjelaskan, untuk dapat mengetahui secara pasti akibat kematian pasien, dapat dilakukan dengan cara autopsi terhadap jasad korban. Namun dari 6 korban yang meninggal tersebut, pihak keluarga menyatakan enggan untuk dilakukan pemeriksaan secara mendalam (autopsi).

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Hanya autopsi yang dapat memastikan meninggalnya seseorang. Kalau penyebabnya bisa jadi akibat penyakit sesak yang dideritanya atau penyakit jantung. Yang mana dari 6 pasien tersebut, ada yang minumnya dua hari yang lalu, ada yang satu hari yang lalu. Tidak langsung," terangnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan RSUD Blambangan, dr Asiah Anggraini menambahkan, per April ini, dari 10 pasien tersebut ada 3 orang yang masih dirawat dan 1 orang yang berinisial ET (24) warga Karangrejo dinyatakan telah sehat.

"Yang 3 orang itu, EB (32) warga Kelurahan Klatak, SA (40) asal daerah Mojopanggung, dan BB (25) asal Kalipuro, masih dirawat. Mohon maaf tidak kami sebutkan secara jelas karena ini menjadi kerahasiaan pasien yang kita jaga selain undang-undang kesehatan yang harus kita patuhi," kata Asiah.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Sedangkan untuk korban yang meninggal dunia diantaranya adalah, warga asal Kecamatan Glagah SD (24), AR (23) asal Kelurahan Singotrunan, HB (24) asal Kelurahan Klatak, AP (25) asal Kelurahan Boyolangu, FN (27) asal Kecamatan Rogojampi, serta MY (51) asal Kelurahan Temenggungan.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.