Rabu, 17 Jun 2026 11:37 WIB

Ini Pemicu Pendingin Pisang Meledak Hancurkan Satu Rumah di Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Minggu, 04 Agu 2019 12:49 WIB
Rumah yang hancur akibat ledakan ruang pendingin pisang di Pasuruan dipasangi garis polisi
Rumah yang hancur akibat ledakan ruang pendingin pisang di Pasuruan dipasangi garis polisi

jatimnow.com - Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi, polisi memastikan, ledakan yang hancurkan satu rumah di Pasuruan bersumber pada ruang pendingin Pisang Cavendish. Ruangan itu meledak diduga akibat tekanan gas.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso mengatakan, ruang itu meledak akibat alat-alat rakitan yang dipakai pemiliknya, kurang memperhatikan keamanan atau safety.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Ruangan pendingin ini kan hasil rakitan sendiri. Mengapa meledak? Ya karena kurang safety," ungkap Slamet kepada jatimnow.com, Minggu (4/8/2019).

Baca juga:  

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Ruangan pendingin yang memiliki ukuran panjang 1,5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 180 cm tersebut di dalamnya terpasang freon lalu dialiri gas asitelin yang bersumber dari tabung gas. Fungsi gas asitelin yaitu untuk menguningkan kulit dan mematangkan Pisang Cavendish.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan kami. Dugaan sementara ada kebocoran gas asitelin lantaran kuatnya tekanan gas," jelasnya.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Sementara itu, rumah korban yang hancur masih dipasangi garis polisi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.30 Wib, Sabtu (3/8/2019) tersebut.

Rumah dan alat itu merupakan milik Sidiq (32) di Dusun Lodo, Desa Karangjati, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Saat ledakan terjadi, Sidiq bersama istri dan anaknya sedang berada di ruang tamu, sehingga ketiganya hanya mengalami luka ringan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.