Senin, 15 Jun 2026 20:14 WIB

Ledakan Hancurkan Rumah di Pasuruan, Polisi: Alat Pendingin Pisang

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 03 Agu 2019 23:58 WIB
Tim Inafis Polres Pasuruan Kota melakukan identifikasi di lokasi kejadian
Tim Inafis Polres Pasuruan Kota melakukan identifikasi di lokasi kejadian

jatimnow.com - Ledakan yang menghancurkan rumah Sidiq (32) di Dusun Lodo, Desa Kalirejo, Kec Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, diduga dipicu sebuah alat pendingin pisang rakitan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sidiq, istri dan anaknya hanya luka ringan.

Kapolsek Keboncandi Polres Pasuruan Kota AKP Suprihatin mengatakan bahwa alat pendingin pisang yang meledak tersebut hasil rakitan tetangga Sidiq bernama bernama Jazuli.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Alat yang meledak itu adalah coolingroom. Artinya, tempat penyimpanan rakitan yang digunakan sebagai pendingin pisang jenis cavendish," jelas Suprihatin, Sabtu (3/8/2019).

Baca juga:  Satu Rumah di Pasuruan Hancur Akibat Ledakan

Suprihatin memaparkan, coolingroom tersebut merupakan alat pendingin yang berisi freon yang tersambung dengan tabung gas asitelin. Fungsi gas asitelin digunakan sebagai pematang pisang.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Coolingroom tersebut memiliki ukuran panjang 1,5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 180 cm," ungkapnya.

Diduga, alat itu meledak karena adanya tekanan dari dalam. Namun untuk memastikan, Tim Inafis Polres Pasuruan Kota yang didatangkan untuk melakukan identifikasi dan olah TKP masih melakukan penyelidikan.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

"Masih kami selidiki penyebab pasti meledaknya alat tersebut," tambah Suprihatin,

Alat itu meledak sekitar pukul 18.30 Wib di saat Sidiq beserta istri dan anaknya berada di ruang tengah. Ledakan yang sempat membuat penduduk dusun gempar itu menghancurkan rumah Sidiq dan beberapa perabotan di dalamnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.