Rabu, 17 Jun 2026 10:08 WIB

Sajikan 'The Kingdom of Blambangan', BEC Berlangsung Meriah

Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival
Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival

jatimnow.com - Sebanyak 120 kostum terinspirasi kejayaan Kerajaan Blambangan dalam acara Banyuwangi Ethno Carnival memukau pengunjung, Sabtu (27/7).

Pagelaran bertema 'The Kingdom of Blambangan' ini begitu meriah. Tidak hanya sukses menjadi atraksi wisata yang menarik, BEC kali ini juga menambah wawasan tentang sejarah Banyuwangi di masa lampau.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Event ini dibuka dengan tarian Jejer Gandrung yang merupakan tarian khas daerah. Acara semakin meriah saat para tamu undangan seperti Menteri Pariwisata Arief Yahya, Ketua DPD RI Akhmad Muqowam dan 10 kepala daerah sahabat, didaulat menari bersama para penari Gandrung.

Tak ketinggalan sejumlah turis asing yang sedang menyaksikan turut diajak menari. Mereka pun dengan riangnya mengikuti gerak penari Gandrung.

"Its great. I love this dancing," ucap mereka.

"Even BEC ini telah menjadi Top 10 Calendar of national event. Kian tahun penyelenggaraannya makin menarik," kata Menpar.

Menurutnya, salah satu kelebihan karena event ini mengangkat budaya lokal, sehingga otentik, ada keunikan sendiri.

"Sangat kuat dengan kekhasan lokalnya, dan ini menjadi menarik. Saya sangat bangga dengan Banyuwangi," ujarnya.

Sebelum parade kostum ditampilkan, para penonton dihadirkan sendratari "Amuke Satria Blambangan" yang menceritakan sekelumit kisah Kerajaan Blambangan.

Dengan latar belakang perang antara Kadipaten Blambangan dengan Kerajaan Majapahit, yang dipicu tuduhan pemberontakan Minak Jinggo sebagai Adipati Blambangan terhadap Raja Majapahit. Perang pun akhirnya dimenangkan oleh Minak Jinggo yang kemudian menjadi Raja Blambangan.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Lewat BEC penonton diajak menyelami sejarah dengan cara yang menyenangkan. Tidak hanya menampilkan pawai kostum saja, tapi juga disertai narasi sejarah dan tradisi lokal yang menambah wawasan. Inilah yang menjadi keunikan dari BEC," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Usai fragmen, parade dimulai. Sebanyak 120 kostum BEC ditampilkan dalam dalam 10 sub tema tematik yang merefleksikan kehidupan Kerajaan Blambangan.

Antara lain sub tema kapal Jung Blambangan, Kedhaton, Raja, Puteri, Pelabuhan Loh Pampang hingga Pura Agung Blambangan. Semua kostum tema tersebut tampil begitu atraktif dengan warna-warni yang menarik.

Penampil menyusuri jalanan kota sepanjang 2,5 kilometer. Jalanan yang dilewati parade kostum ini dijejali ribuan penonton yang ingin melihat keindahan kostum BEC. Tidak hanya turis asing, penonton juga datang dari seluruh penjuru Indonesia.

Meski memasuki tahun ke-9 penyelenggaraan, BEC ternyata tetap menjadi atraksi yang menjadi magnet datangnya wisatawan ke Banyuwangi.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Event ini sangat luar biasa. Saya sangat beruntung datang ke Banyuwangi bersamaan karnaval besar ini. Kostum, penari, bahkan musiknya sangat menarik. Lagu barat tapi diiringi musik lokal" ujar Bjoern Born, turis asal Jerman saat mengomentari lagu Final Countdown yang mengiringi penampil BEC.

Even BEC kali ini juga dimeriahkan dengan parade talent kehormatan yang dibawakan antara lain oleh Putri Pariwisata Indonesia 2018 dan Miss Toursm and Culture Indonesia Tahun 2019. Juga ditampilkan puluhan turis asing berbusana etnik yang ikut meramaikan acara.

"Selamat bertemu event BEC tahun 2020 mendatang yang akan mengangkat tema The Diversity of Banyuwangi Culture," pungkas Anas.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.