Rabu, 10 Jun 2026 14:23 WIB

Waspada! Gunung Tangkuban Perahu Masih Berpotensi Erupsi

Gunung Tangkuban Perahu saat meletus Jumat (26/7/2019) (foto: BNPB Indonesia)
Gunung Tangkuban Perahu saat meletus Jumat (26/7/2019) (foto: BNPB Indonesia)

jatimnow.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, Gunung Tangkuban Perahu masih berpotensi erupsi. Itu setelah berdasarkan analisis, masih terekam tremor berkelanjutan.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy K Syahbana menjelaskan, erupsi pada Jumat (26/7/2019) disebabkan uap magma yang berinteraksi dengan sistem hidrotermal Gunung Tangkuban Perahu. Kemudian ada perubahan di bawah permukaan sehingga terjadi erupsi.

Baca Juga: Penampakan Detik-Detik Erupsi Semeru Terekam CCTV

"Kondisi ini bisa terjadi di beberapa gunung bukan hanya di Tangkuban Perahu, tapi di Papandayan, Dieng juga sama. Dan ini biasanya tidak diawali dengan tanda jelas, bisa terjadi kapanpun. Jadi erupsi bisa terjadi kapan saja," terang Devy di Ruang Monitoring PVMBG Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (27/7/2019).

Baca juga:  Gunung Tangkuban Perahu Meletus, Tinggi Abu Vulkanik Capai 200 Meter

Namun menurutnya, berdasarkan peristiwa erupsi yang terjadi, ancaman hanya di wilayah sekitar kawah saja, untuk di luar kawah tidak akan terlalu berbahaya.

"Kalau di luar kawah ini tidak akan terlalu bahaya, minimal menyiapkan masker," jelas Devy.

Baca Juga: Update Semeru: Status Awas, Masyarakat Diminta Patuhi Radius Aman

Sementara, Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gede Suantika mengatakan, erupsi Tangkuban Parahu tidak akan berdampak pada pergerakan Sesar Lembang.

Gede menambahkan, pergerakan Sesar Lembang mungkin bisa terjadi ketika erupsi yang terjadi sangat besar hingga mengeluarkan magma.

"Erupsi sekarang kecil sekali jika ingin dikaitkan dengan Sesar Lembang. Pergerakan Sesar Lembang bisa saja terjadi kalau erupsi magmatik," ungkap Gede.

Baca Juga: Peringatan Terbaru Semeru, Awas! Wajib Jauhi 20 Km

Atas kejadian tersebut, PVMBG telah memberikan rekomendasi kepada pengelola tempat wisata agar tidak memberikan izin kepada masyarakat untuk berada di sekitar Kawah Ratu dan Kawah Upas Tangkuban Perahu dengan radius 500 meter. Pedagang, wisatawan dan pendaki pun tidak diperbolehkan menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu.

"Diminta masyarakat sekitar mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas vulkanik dan diimbau tidak berlama-lama berada di bibir kawah," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.