Sabtu, 25 Jul 2026 17:06 WIB

Update Semeru: Status Awas, Masyarakat Diminta Patuhi Radius Aman

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat melakukan upaya penanganan darurat pasca erupsi Gunung Semeru terutama di wilayah Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. (Foto/Tangkapan Layar IG@khofifah.ip)
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat melakukan upaya penanganan darurat pasca erupsi Gunung Semeru terutama di wilayah Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. (Foto/Tangkapan Layar [email protected])

jatimnow.com - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur masih tinggi. Erupsi yang terjadi sejak 19 November 2025 lalu terus menunjukkan peningkatan, dengan awan panas guguran mencapai 13,8 km ke arah Besuk Kobokan.

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Geologi Kementerian ESDM (Nomor 151/GL.03/BGL/2025), status Gunung Semeru tetap pada Level IV (Awas). Hal ini dikarenakan aktivitas kegempaan yang masih tinggi, dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi gempa mencapai 4 jam.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Status Awas ini masih berlaku hingga saat ini. Kami mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan mematuhi semua rekomendasi yang telah dikeluarkan," ujar Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, melalui siaran tertulis, Senin (24/11).

Dari hasil pemantauan visual pada 23-24 November 2025, terlihat asap kawah berwarna putih dengan ketinggian 500-1000 meter. Selain itu, tercatat 14 kali letusan dengan asap putih kelabu setinggi 300-700 meter ke arah tenggara.

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

Data kegempaan juga menunjukkan peningkatan aktivitas, dengan 224 gempa letusan, 18 gempa guguran, dan 22 gempa hembusan. Yang lebih mengkhawatirkan, getaran lahar terekam dua kali, menandakan potensi aliran lahar di Besuk Kobokan.

Lana Saria kembali menegaskan rekomendasi zona bahaya. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

"Radius 8 km dari kawah/puncak juga sangat berbahaya karena rawan lontaran batu pijar. Selain itu, masyarakat harus menghindari aktivitas di tepi sungai (sempadan sungai) sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 500 meter," tegasnya.

Badan Geologi terus mengimbau masyarakat untuk update Semeru dengan memantau informasi resmi dari website dan media sosial Badan Geologi, serta aplikasi Magma Indonesia.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.