Kamis, 11 Jun 2026 06:29 WIB

Penampakan Detik-Detik Erupsi Semeru Terekam CCTV

Rekaman dramatis ini memperlihatkan cahaya letusan yang terang di puncak kawah dan semburan asap yang membumbung ke langit. (Foto/Tangkapan layar CCTV BPBD)
Rekaman dramatis ini memperlihatkan cahaya letusan yang terang di puncak kawah dan semburan asap yang membumbung ke langit. (Foto/Tangkapan layar CCTV BPBD)

jatimnow.com – Erupsi Gunung Semeru kembali terjadi dan terekam kamera CCTV milik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) pada 24 November 2025 pukul 19:50 WIB. Rekaman dramatis ini memperlihatkan cahaya letusan yang terang di puncak kawah dan semburan asap yang membumbung ke langit.

Video yang diambil dari Pos Pantau Bukit Pedat ini menampilkan momen erupsi dengan jelas, memperlihatkan kilatan cahaya vulkanik dan kepulan asap yang bergerak perlahan di langit senja.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru terus menunjukkan peningkatan sejak erupsi pada 19 November 2025. Awan panas guguran bahkan mencapai 13,8 km ke arah Besuk Kobokan.

Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan (Nomor 151/GL.03/BGL/2025) bahwa status Gunung Semeru tetap pada Level IV (Awas).

"Status Awas ini masih berlaku hingga saat ini. Kami mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan mematuhi semua rekomendasi yang telah dikeluarkan," ujar Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, melalui siaran tertulis, Senin (24/11).

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

Dari hasil pemantauan visual pada 23-24 November 2025, terlihat asap kawah berwarna putih dengan ketinggian 500-1000 meter.

Selain itu, tercatat 14 kali letusan dengan asap putih kelabu setinggi 300-700 meter ke arah tenggara.
Data kegempaan juga menunjukkan peningkatan aktivitas, dengan 224 gempa letusan, 18 gempa guguran, dan 22 gempa hembusan. Yang lebih mengkhawatirkan, getaran lahar terekam dua kali, menandakan potensi aliran lahar di Besuk Kobokan.

Lana Saria kembali menegaskan rekomendasi zona bahaya. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

"Radius 8 km dari kawah/puncak juga sangat berbahaya karena rawan lontaran batu pijar. Selain itu, masyarakat harus menghindari aktivitas di tepi sungai (sempadan sungai) sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 500 meter," tegasnya.

Badan Geologi terus mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi dari website dan media sosial Badan Geologi, serta aplikasi Magma Indonesia untuk mendapatkan update terkini tentang aktivitas Gunung Semeru.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.