Kamis, 11 Jun 2026 12:47 WIB

Peringatan Terbaru Semeru, Awas! Wajib Jauhi 20 Km

Visual Gunung Semeru pada 21 November 2025 Pukul 06:19 WIB, gunung api tertutup kabut. (Foto/Badan Geologi)
Visual Gunung Semeru pada 21 November 2025 Pukul 06:19 WIB, gunung api tertutup kabut. (Foto/Badan Geologi)

jatimnow.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Badan Geologi Kementerian ESDM memutuskan untuk mempertahankan status Level IV (AWAS) Gunung Api Semeru di Jawa Timur.

Keputusan ini diambil setelah aktivitas gunung berapi tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sejak erupsi besar Awan Panas pada Rabu (19/11) yang meluncur hingga jarak 13,8 kilometer ke arah Besuk Kobokan.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Peningkatan status dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) telah berlaku sejak 19 November 2025 pukul 17:00 WIB.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid dalam laporan resminya, menegaskan bahwa aktivitas Gunung Semeru masih tergolong tinggi, meskipun pengamatan visual sering terkendala cuaca mendung dan hujan.

Data pemantauan selama 20–21 November 2025 (hingga pukul 12:00 WIB) menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan di Semeru masih masif. Tercatat total 215 kali Gempa Letusan, 1 kali Gempa Awan Panas, dan 71 kali Gempa Guguran.

“Aktivitas erupsi dan guguran lava masih terjadi, namun secara visual jarang teramati karena terkendala dengan kondisi cuaca. Dalam periode ini, jumlah gempa yang terekam menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan di Gunung Semeru masih tinggi,” jelas Wafid dalam keterangannya, Jumat (21/11/2025).

Ia menambahkan, gempa-gempa yang terekam mengindikasikan bahwa masih ada supply dari bawah permukaan Gunung Semeru, bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan.

Data pemantauan seismik ambient noise juga memperlihatkan kecenderungan penurunan nilai variasi kecepatan relatif (dv/v) sejak pertengahan Oktober 2025, yang diinterpretasikan sebagai peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunung api.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan, Badan Geologi menetapkan beberapa rekomendasi kritis bagi masyarakat, pengunjung, dan wisatawan. Rekomendasi ini berfokus pada potensi bahaya Awan Panas dan lontaran batu pijar.

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

“Masyarakat, pengunjung, atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Rekomendasi ini wajib dipatuhi mengingat potensi bahaya Awan Panas yang sangat tinggi,” tegas Wafid.

Selain jarak 20 km di sektor tenggara, ada tiga larangan utama lainnya yang harus dipatuhi:

1. Larangan di Sempadan Sungai

Di luar jarak 20 km, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena ancaman perluasan bahaya.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

2. Larangan Jarak Lontaran Batu

Masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah/puncak Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

3. Layanan Informasi

Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan resmi melalui situs web Badan Geologi atau aplikasi Magma Indonesia untuk informasi terbaru dan valid.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.