Senin, 15 Jun 2026 07:12 WIB

Seorang Anak di Mojokerto Luka Bakar Terkena Limbah Diduga B3

Nizam Dwi Pramana dirawat di RSUD RA Basoeni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto
Nizam Dwi Pramana dirawat di RSUD RA Basoeni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto

jatimnow.com - Seorang anak mengalami luka bakar akibat menginjak limbah diduga bahan berbahaya dan beracun (B3) yang areal persawahan Dusun Kedung Bulus, Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Anak tersebut bernama Nizam Dwi Pramana (8), yang tinggal di sekitar limbah tersebut. Anak kedua pasangan suami istri Achmad Chariri dan Mistikana itu dirawat di Ruang Lavender, RSUD RA Basoeni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Kakak Nizam, Firdausi Rahmawati (13) mengatakan, adiknya mengalami luka bakar di kaki dan tangan setelah menginjak limbah.

"Sekitar tiga minggu lalu, adik saya dan temannya main di persawahan, lalu menginjak limbah," kata Rahmawati, Jumat (19/7/2019).

Ia menambahkan, ketika adik dan temannya bersepeda, di lokasi pembuangan yang diduga limbah B3 tersebut, adiknya ingin mengambil bekas botol air, tetapi kakinya terperosok.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Kaki adik terperosok ke limbah itu. Kaki adik melepuh dan mengalami luka bakar, lalu warga menolong dan dibawa ke Puskesmas Keboan, Jombang. Di sana adik dirawat tiga hari, tapi karena BPJS tidak aktif, maka harus mengaktifkan dulu," ujarnya.

Setelah BPJS aktif, Nizam dirujuk ke RSUD Basoeni pada Rabu (17/7/2019) dan sehari kemudian dioperasi, yaitu Kamis (18/7/2019).

"Limbah itu berbentuk abu, warnanya abu-abu. Nggak tahu siapa yang buang, sekitar 5 minggu lalu sudah ada di situ. Kalau yang hitam itu tidak panas, yang abu itu panas," beber Rahmawati di lokasi pembuangan diduga limbah B3.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Sementara nenek korban, Suparmi menambahkan, cucunya itu pamit untuk main sepeda bersama temannya setelah pulang mengaji.

"Nizam baru pulang ngaji, lalu dijemput Rifki (teman korban) dan diajak bermain. Saya sempat melarang karena hampir maghrib, tapi kata Nizam cuma sebentar," tutupnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.