Jumat, 19 Jun 2026 09:37 WIB

16 Tahun Menabung, Tukang Pijat Bayi di Tulungagung Naik Haji

Maryatun bersiap naik haji setelah menabung 16 tahun
Maryatun bersiap naik haji setelah menabung 16 tahun

jatimnow.com - Seorang tukang pijat bayi di Tulungagung akhirnya bisa berangkat haji setelah menyisihkan uang dari hasil memijat sejak tahun 2003 silam. Perempuan itu bernama Maryatun (65), warga Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu.

Ditemui di rumahnya, Maryatun tampak sibuk mempersiapkan keberangkatannya ke tanah suci. Sejumlah perlengkapan ibadah seperti mukena, sajadah hingga tambahan lauk pauk dipersiapkan dengan rinci. Maryatun tidak ingin perlengkapan hajinya ada yang kurang sehingga bisa mengganggu kekhusukannya beribadah ke tanah suci.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Untuk memijat bayi saat ini tutup dulu sementara waktu dan kembali buka setelah saya pulang haji," ujar Maryatun, Jumat (12/7/2019).

Keinginannya untuk naik haji ini muncul sejak 16 tahun lalu. Maryatun kemudian mulai menyisihkan sebagian penghasilannya dari upah yang diterimanya dalam memijat bayi. Keahlian memijat bayi ia dapat dari keluarga turun menurun. Uang hasil menabung ini digunakan untuk mendaftar haji pada tahun 2011.

Maryatun menjalani aktivitasnya memijat bayiMaryatun menjalani aktivitasnya memijat bayi

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Saat itu terkumpul Rp 5 juta, terus dapat tambahan dari saudara sehingga bisa digunakan untuk daftar haji," jelasnya.

Saat itu, masih terdapat sistem dana talangan haji, sehingga Maryatun bisa mendaftar. Kekurangan biaya haji ini dipenuhi dengan menyisihkan kembali penghasilan memijatnya. Dalam sehari, rata-rata Maryatun bisa memijat hingga 12 bayi.

"Setelah mendapat kepastian berangkat, saya melunasi kekurangan biaya sebanyak Rp 11 juta. Ya dari hasil memijat bayi," tambahnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Maryatun mengaku bersyukur dan terharu sekaligus gembira bisa menunaikan ibadah haji tahun ini. Meskipun penghasilannya tidak tetap, tapi Maryatun tetap bisa menyisihkan sebagian untuk mewujudkan cita-citanya tersebut. Rencananya, Maryatun yang tergabung dalam kloter 33 Embarkasi Surabaya ini akan berangkat pada 18 Juli 2019.

"Rasanya haru. Saya yang orang kecil ini bisa menunaikan ibadah haji," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.