Selasa, 16 Jun 2026 04:33 WIB

Jambore Batik di Banyuwangi, Bupati Anas: Warisan Budaya Bangsa

Peragaan busana dalam Jambore Batik di Banyuwangi
Peragaan busana dalam Jambore Batik di Banyuwangi

jatimnow.com - Sebanyak 125 perajin batik dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur mengikuti Jambore Batik, sejak tanggal 5 hingga 7 Juli 2019.

Acara yang digagas oleh Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJ) menyajikan beragam kegiatan, mulai dari fashion show, gathering hingga kelas batik.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa batik telah diakui sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO. Bidang ini perlu dikembangkan secara serius sekaligus melestarikannya.

"Industri kreatif adalah kekuatan bangsa Indonesia, maka batik sangat potensial ditumbuh-kembangkan. Dan jambore ini, merupakan salah satu cara agar para pembatik bersinergi meningkatkan kemampuan dan kualitas batiknya, sekaligus wawasan pemasarannya," kata Anas saat bertemu peserta Jambore Batik di Banyuwangi, Sabtu (6/7/2019).

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Banyuwangi, Ipuk Festiandani mengaku bangga dan berterima kasih kepada APBJ yang memilih Banyuwangi sebagai tuan rumah Jambore Batik kedua kalinya.

"Semoga dengan jambore ini para perajin batik dapat saling bertukar informasi dan berdiskusi dalam mengembangkan usaha batik tulis, khususnya di wilayah Jatim. Bagi kami batik jadi bagian penting dari proses-proses yang sedang tumbuh di daerah, khususnya pariwisata," ucap istri Bupati Azwar Anas itu.

Dalam jambore tersebut, para pembatik mendapat edukasi berbagai teknik membatik. Mulai dari desain, teknik pewarnaan terakota, hingga teknik pembuatan lilin canting nol.

"Warna terakota kita angkat ini karena kita sepakati terakota menjadi warna batik Jawa Timur. Terakota yang merupakan warna batu bata ini diinspirasi dari kisah kerajaan Majapahit," kata Ketua APBJ, Wirasno.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

APBJ memilih Banyuwangi sebagai lokasi jambore karena industri kreatif batik mendapat porsi dan perhatian serius dari Pemkab.

Banyuwangi, kata Wirasno, konsisten menggelar acara yang mengangkat batik ke dalam festival, sehingga pelaku industri batik terus tumbuh.

"Diharapkan dengan mengajak peserta ke Banyuwangi, akan membuat perajin batik dari kota lainnya terinspirasi dan tergerak untuk lebih greget mempromosikan batik di daerahnya," terang Wirasno.

Even ini, lanjutnya, merupakan wadah bertemunya para perajin batik. APBJ menginginkan agar para pembatik di Jatim dapat meningkatkan karyanya secara kualitas.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Kita ingin seluruh perajin batik menjadi pintar bersama, karena itu kami menggelar banyak diskusi dan workshop untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan menjaring masukan dari para perajin yang berasal dari 38 kabupaten/kota se Jatim ini," sebutnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.