Harga Garam Anjlok, Petani di Pasuruan Mengeluh
- Penulis : Moch Rois
- | Jumat, 05 Jul 2019 18:37 WIB
jatimnow.com - Harga garam jatuh membuat petani di Pasuruan mengeluh. Sebelumnya harga garam mencapai Rp 1.200,- per kilogramnya dan kini hanya Rp 500 per kilonya.
Yasin (50), warga Kelurahan Tambaak, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan mengatakan dirinya yang telah bekerja selama 4 tahun menekuni usaha tambak garam kini mengaku rugi atas anjloknya harga garam.
Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan
"Sekarang ini sudah memasuki panen ke dua selama 2019. Namun harganya anjlok jadi Rp 500 per kilogram," kata Yasin, Jumat (5/7/2019).
Turunnya harga garam ini mengakibatkan keuntungan untuk mengelola tambak seluas 8 hektar pun juga ikut merosot.
"Kalau petambak garam yang lahannya nyewa seperti saya ini, ya rugi mas. Berat diongkos perawatan sehari-hari," ujarnya.
Senada dengan Yasin, petambak garam asal Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Muhdor (54), yang mengaku memiliki 5 hektar juga mengaku rugi dengan kondisi sekarang.
Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI
Ia mengatakan jika kini dari 1 petak berukuran 20 x 50 meter persegi hanya menghasilkan 50 karung dengan berat 50 kilogram per zak. Namun jika panen raya ia mampu 100 sampai 2 ribu karung.
"Kalau harganya tetap Rp 500 per kilogramnya. Terus dari mana kami dapat untung dan membayar gaji buruh," ungkapnya.
Turunnya harga garam membuat para petani berharap agar harga dapat kembali normal di kisaran sebelumnya.
Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya
"Kami mohon kepada pemerintah untuk bisa menstabilkan kembali harga garam di tingkat petambak," tukasnya.
Editor : Sandhi Nurhartanto
URL : https://jatimnow.id/baca-17681-harga-garam-anjlok-petani-di-pasuruan-mengeluh