Kamis, 18 Jun 2026 19:45 WIB

Banyuwangi Kembangkan Potensi Menulis Melalui Festival Sastra

Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko saat menghadiri Festival Sastra
Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko saat menghadiri Festival Sastra

jatimnow.com - Sejumlah sastrawan berkumpul Banyuwangi. Mereka menghadiri acara Festival Sastra yang digelar di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Rabu (3/7/2019).

Sastrawan yang hadir diantaranya Candra Malik, Ada pula sastrawan asal Banyuwangi Fatah Yasin Nor, Samsuddin Adlawi, Bambang Lukito, hingga Iqbal Baraas.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Saat tiba di festival, Candra langsung ditodong membacakan puisi. Berduet dengan sastrawan Samsuddin Adlawi, Candra membawakan karyanya yang berjudul 'Akulah Perjumpaan'. Dengan suaranya yang khas, Candra berhasil membuat peserta larut terdiam menyimak karyanya.

Candra mengapresiasi Banyuwangi yang telah konsisten menggelar festival sastra selama tiga tahun terakhir. Festival sastra ini, menurut Candra, akan menggiatkan budaya literasi di kalangan generasi muda, sekaligus proses regenerasi sastrawan di Banyuwangi.

"Konsistensi mengajak generasi muda untuk mencintai sastra ini akan membawa festival sastra Banyuwangi semakin diperhitungkan banyak kalangan. Ditunjang bahan-bahan satrawi yang banyak terserak di Banyuwangi, mulai dari sejarah hingga keindahan alamnya, akan menyuburkan tradisi sastra di Banyuwangi," jelas Candra.

Even yang masuk agenda Banyuwangi Festival 2019 ini dibuka Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko. Festival ini diikuti 700 penggiat, pecinta sastra se Banyuwangi. Mulai pelajar, guru, mahasiswa hingga budayawan.

Candra melanjutkan, yang menarik dari festival sastra ini adalah digelar di tengah berkembangnya pariwisata Banyuwangi. Sastra secara tidak langsung diikhtiarkan sebagai tujuan wisata.

"Sehingga, orang yang ke Banyuwangi tidak hanya untuk mengunjungi obyek wisata, namun juga untuk tujuan mempelajari khazanah budaya dan kesusastraan asli Banyuwangi. Menarik ini," katanya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Dalam kesempatan itu, sejumlah sastrawan Banyuwangi juga berbagi ilmu menulis sastra yang benar di media massa dan media cetak. Di antaranya, Samsudin Adlawi, menyajikan materi Etika menulis di Media Sosial.

"Meski akun pribadi, namun apa yang kita tuliskan hendaklah yang berfaedah. Contohnya menulis karya sastra, sehingga bisa menginspirasi orang lain. Dan yang penting, untuk menghasilkan karya sastra yang baik kita harus rajin membaca. Targetkan berapa buku yang harus kita dalam satu bulan untuk memperluas wawasan kita," kata Samsuddin.

Selanjutnya ada Muhammad Iqbal Baras, yang membedah bukunya Mawar Gandrung. Terakhir ada  Bambang Lukito yang menyampaikan materi Pengaruh Sastra dan Budaya terhadap pengembangan Pariwisata.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Wabup Yusuf, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu media yang sangat positif bagi perkembangan kreativitas, di samping sebagai sarana penyaluran bakat siswa.

"Menulis dan membaca itu sangat penting, ini akan bisa menjadi inspiratif semua. Dengan membaca akan terbentuk kemampuan berfikir yang lebih berkualitas melalui suatu proses, seperti, menangkap gagasan, informasi serta dapat memahami, mengimajinasikan, mengekspresikan dan selanjutnya menjadi lebih kreatif," ujarnya," kata Wabup.

Festival sastra ini digelar dalam rangkaian acara. Satu minggu sebelumnya diisi dengan lomba menulis cerpen tingkat SLTP dan SLTA.

"Inilah waktunya, penggemar sastra, para pembaca bertemu dengan penulis dan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Sekaligus even ini juga wadah bagi pelajar untuk mengembangkan potensi dirinya dalam kesusasteraan," jelas Wabup.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.