Senin, 08 Jun 2026 03:47 WIB

LSF Ajak Masyarakat Budayakan Sensor Mandiri

LSF dalam acara seminar di Banyuwangi
LSF dalam acara seminar di Banyuwangi

jatimnow.com - Lembaga Sensor Film (LSF) mengajak masyarakat membudayakan sensor mandiri untuk membendung konten-konten di media sosial (medsos) atau media mainstream yang mengandung bullying, kekerasan, sex, dan isu SARA.

"Kita mengajak masyarakat untuk menjadi filter di keluarganya untuk tayangan-tayangan yang mana layak ditonton anak-anak," kata Ketua Komisi III LSF, Mukhlis Paeni dalam acara Dialog Lintas Insan Perfilman untuk Meningkatkan Peran Masyarakat dalam Budaya Sensor Mandiri di Banyuwangi, Rabu (26/6/2019).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Menurutnya, LSF tidak mungkin melakukan fungsinya itu secara sendirian melainkan membutuhkan peran serta masyarakat sejak dari lingkungan sekitar rumah.

LSF, kata dia, juga memperkenalkan adanya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 14 tahun 2019 tentang pedoman dan kriteria penyensoran, penggolongan usia penonton, dan penarikan film dan iklan film dari peredaran.

"Kita mendorong masyarakat di daerah untuk mengangkat konten-konten lokal dalam film promosi atau film lokal," ujarnya.

Mukhlis menjelaskan, peran orang tua dalam era digital ini menjadi penting. Sebab hampir setiap anak di bawah umur telah fasih mengoperasikan telepon pintar serta bisa mengakses konten-konten di luar pengawasan orangtua.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

LSF sendiri, telah membuat beberapa kategori tayangan pada film-film maupun sinetron di televisi. Yakni dengan kategori semua umur (SU), 13+, 17+, dan 21+.

Diharapkan peran orangtua dapat mengontrol konten film yang dilihat anak-anak mereka dari adegan yang mempertontonkan kekerasan, bullying, pornografi serta hal negatif lainnya.

"Beberapa cara untuk mengurangi dampak film yang dinilai negatif tersebut yakni dengan melakukan batasan jam nonton film serta menyesuaikan jam tayang film dengan jam tonton anak," ujarnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.