Jumat, 19 Jun 2026 06:50 WIB

Entri Sistem Zonasi PPDB 2019 SMP di Tulungagung Dihentikan Sementara

Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Kesalahan dalam penulisan titik kordinat yang menimpa ratusan calon siswa baru di sejumlah SMP Negeri di Tulungagung memaksa pihak sekolah menghentikan sementara proses entri sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

Dari pantauan jatimnow.com, penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi yang dirilis di situs ppdb.tulungagung.net, beberapa siswa bahkan terdeteksi berdomisli hingga radius 17,8 kilometer. Seperti yang terjadi pada salah satu siswa yang mendaftar di SMPN 1 Karangrejo.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Baca juga:  PPDB 2019 SMP di Tulungagung Diwarnai Salah Tulis Titik Kordinat

Siswa tersebut berasal dari Desa Punjul, Kecamatan Karangrejo dengan alamat desa asalnya dengan sekolah harusnya tidak lebih dari dua kilometer. Namun, karena salah penulisan data azimut atau titik kordinat, siswa ini seolah terdaftar berasal dari luar negeri.

Kepala SMPN 3 Tulungagung Amri mengakui kesalahan data azimut terjadi di hampir semua sekolah. Banyak calon siswa dan wali siswa yang membawa surat keterangan domisili dari sekolah asal, tapi dengan data azimut yang keliru.

Salah satu kesalahan penulisan titik kordinat dalam sistem zonasi PPDB 2019 SMP di TulungagungSalah satu kesalahan penulisan titik kordinat dalam sistem zonasi PPDB 2019 SMP di Tulungagung

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Akibatnya banyak siswa yang terdeteksi seolah beralamat domisili di ribuan kilometer dari SMPN 3 Tulungagung. Misalnya ada titik kordinatnya yang terbaca berada di Samudera Hindia, Pantai Sine hingga paling jauh di sini 11 ribu kilometer. Kalau dilogika saja kan tidak mungkin," ungkap Amri, Kamis (20/6/2019).

Kesalahan tersebut sangat fatal. Sebab menurut Amri, kesalahan menulis angka satu (1) derajat saja dalam ilmu geografi, itu selisih jaraknya mencapai 111 kilometer. Akibatnya siswa dipastikan tidak bisa diterima di sekolah yang dituju karena berada di luar zona.

Akibat itu, pihak sekolah memutuskan untuk menghentikan proses entri data calon siswa dan menunggu perbaikan yang dilakukan oleh sekolah asal.
"Proses entri data sementara kami hentikan dulu. Kami akan cek lagi satu-satu pendaftar yang sudah masuk. Dan yang jaraknya terbaca keliru (azimut) hingga 11 ribu kilometer, orang tuanya kami panggil untuk diberi kesempatan melakukan perbaikan," tegasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Denagan kesalahan penulisan titik kordinat, para siswa pendaftar terancam tidak diterima di sekolah yang dituju. Sebab dalam sistem zonasi PPDB 2019 ini, faktor jarak dari rumah ke sekolah menjadi penentu utama.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.