Rabu, 10 Jun 2026 16:05 WIB

Parade Kostum Unik Gintangan Banyuwangi dari Bambu

Parade busana di areal persawahan di Desa Gintangan, Banyuwangi
Parade busana di areal persawahan di Desa Gintangan, Banyuwangi

jatimnow.com - Festival Bambu Gintangan 2019 yang digelar di Kecamatan Blimbingsari menampilkan beragam kostum dari material bambu dengan sangat menarik, Sabtu (15/6).

Puluhan busana yang menonjolkan ornamen bambu sukses dikreasi menjadi kostum khas parade oleh warga Desa Gintangan. Kreativitasnya bahkan tak berhenti di situ, mereka juga berhasil menyulap areal persawahan hijau menjadi catwalk bagi talennya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Berbagai tema kostum pun ditampilkan oleh 42 model yang berasal dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Dari yang bertema etnik hingga futuristik.

Para penonton merasa terhibur dengan penampilan mereka. Kostum bambu yang avantgarde, ditampilkan di sebuah panggung di tengah sawah menjadi sebuah pertunjukan yang menarik.

Ketua Panitia Festival Bambu, Dian Effendi mengatakan banyak anak muda dari luar Desa Gintangan yang tertarik mengikuti event ini. Mereka, kata Dian, tertarik dengan keunikan kostum bambu sebagai material utama.

"Pesertanya umum, tidak hanya dari Gintangan saja. Tapi, juga diikuti oleh peserta dari daerah lain. Mereka tertarik dengan konsepnya," katanya.

Untuk mendesain kostum tersebut membutuhkan waktu sehari hingga dua hari. Yang terhitung cukup lama adalah menyiapkan bahan bakunya yang terbuat dari bambu.

"Bambunya perlu melalui proses pengeringan terlebih dahulu. Agar bisa lentur dan dipola sesuai desain. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi peserta," jelasnya.

Untuk biayanya sendiri, relatif murah. Setiap peserta hanya menghabiskan Rp 500 ribu sampai dua juta rupiah.

Baca Juga: Pariwisata RI Terancam Konflik Global, Ini Strategi Amankan Turis

"Semua digarap secara mandiri, jadinya lebih murah biaya yang dikeluarkannya," ujar Dian.

Pengunjung juga dimanjakan dengan aneka tari-tarian di catwalk yang menyerupai panggung terbuka itu. Mengangkat kisah perjuangan Wong Agung Wilis menghadapi pasukan VOC, sendratari yang ditampilkan memukau para penonton.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan event ini digelar juga untuk mempromosikan potensi kerajinan bambu Desa Gintangan.

"Ini salah satu cara mempromosikan bambu Gintangan asal Banyuwangi. Kami ingin agar orang tahu bahwa Banyuwangi memiliki bambu Gintangan dengan kualitas ekspor," katanya.

Selama ini Desa Gintangan memang dikenal sebagai sentra kerajinan bambu di Banyuwangi. Produknya bahkan telah diekspor ke mancanegara. Tak hanya itu, bambu Desa Gintangan ini bahkan telah diekspor ke Maldive.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Bramuda mengharapkan, dengan semakin tersohornya Gintangan sebagai pusat kerajinan bambu dapat menarik perhatian pasar mancanegara lainnya.

"Tentunya, ini akan semakin mensejahterakan masyarakat Gintangan khususnya, dan Banyuwangi pada umumnya," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.