Selasa, 16 Jun 2026 14:44 WIB

Disambut Hiu Tutul, Peserta Tradisi Praonan di Pasuruan Heboh

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 13 Jun 2019 08:47 WIB
Kehebohan warga peserta Tradisi Praonan di Pasuruan saat Hiu Tutul menampakkan diri di laut lepas
Kehebohan warga peserta Tradisi Praonan di Pasuruan saat Hiu Tutul menampakkan diri di laut lepas

jatimnow.com - Ribuan warga Pasuruan mengikuti Tradisi Praonan (naik perahu) yang digelar setiap tahun pada H+7 Lebaran Idul Fitri. Dari atas perahu, para warga disambut dan dihibur dengan munculnya ikan raksasa yaitu Hiu Tutul.

Tradisi itu digelar warga di perairan laut Pasuruan, Rabu (12/6/2019). Salah satu warga, Mahfud (42) yang saat itu menaiki perahu bersama anak dan istrinya melalui Pelabuhan Kota Pasuruan mengaku takjub dengan fenomena munculnya Hiu Tutul tersebut.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Sangat senang, anak dan istri saya sampai heboh melihat Hiu Tutul. Maklum rumah kami jauh dari laut," kata warga Desa Karangjati, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan ini.

Sama halnya dengan Putri Vela Imania (20), warga Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Baginya, tradisi yang berlangsung setahun sekali ini wajib untuk diikuti.

"Hiunya sangat besar sekali dan jinak," ucapnya.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Tradisi Paronan ini tidak hanya dirayanakan di Pelabuhan Kota Pasuruan. Di wilayah pesisir Pasuruan lainnya seperti di Kecamatan Kraton, Lekok dan Nguling Kabupaten Pasuruan juga merayakan tradisi setahun sekali tersebut.

Tradisi ini dimulai dengan menumpang perahu lalu berkeliling di perairan laut Pasuruan. Meski terkesan biasa, nyatanya tradisi ini menyedot antusiasme ribuan warga.

Baca Juga: Indosat Bekali UMKM Pasuruan Strategi Konten Viral dan Optimasi Produk

"Untuk setiap penumpang, kami mematok tarif Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 Ribu untuk anak-anak," jelas Subhan (34), salah satu nelayan yang menyewakan perahunya saat perayaan Tradisi Praonan tersebut.

Sementara, Hiu-hiu Tutul tersebut memang sering muncul di perairan Pasuruan. Namun waktu dan tempatnya tidak tentu dan tidak bisa ditentukan. Sehingga kemunculan Hiu Tutul pada saat mengikuti Tradisi Praonan, menjadi kejutan dan keseruan tersendiri.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.