Jumat, 19 Jun 2026 20:13 WIB

Kisah Kepala Stasiun 10 Tahun Tak Rayakan Lebaran Bersama Keluarga

Kepala Stasiun Malang Kota Baru, Radne Anyarso Tulad.
Kepala Stasiun Malang Kota Baru, Radne Anyarso Tulad.

jatimnow.com - Di tengah kesibukan arus mudik di Stasiun Malang Kota Baru, ada seseorang yang turut berperan serta mengatur kelancaran, dialah Kepala Stasiun Malang Kota Baru, Radne Anyarso Tulad.

Pria kelahiran Solo 41 tahun ini dipastikan kembali tak dapat menikmati lebaran idul fitri bersama keluarga tahun ini demi melayani ribuan pemudik.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Sudah sejak tahun 2009 lalu, Radne tak bisa menikmati suasana lebaran bersama keluarga di kampung halamannya.

"Sudah lama terakhir kali bisa berlebaran dengan keluarga itu tahun 2008 lalu," ungkap Radne saat ditemui jatimnow.com di Stasiun Malang Kota Baru, Selasa (4/6/2019).

Sebagai kepala stasiun, Radne merasa bertanggungjawab penuh memegang kendali operasional stasiun mulai dari pengaturan penumpang dan staf, hingga memastikan segala fasilitas sarana prasarana stasiun memadai.

Hal inilah yang membuat dirinya tak bisa meninggalkan stasiun sejak dua minggu sebelum lebaran idul fitri.

"Memang untuk pelaksana hingga direksi tidak dapat libur saat mendekati lebaran. Jadi harus masuk itu mulai tanggal 26 Mei sampai 16 Juni, tidak boleh libur," tandasnya.

Ia menceritakan awal mula tak bisa mudik ke kampung halaman mendapat protes dari sang anak.

"Ya ditanya sama anak saya yang masih kecil. Kok bapak ndak pulang, kok bapak ndak libur?" ceritanya menirukan sang anak.

Namun lambat laun sang anak dan keluarganya sudah menerima resiko pekerjaan yang dijalaninya.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Rasanya awal–awal memang berat, anak juga sering protes, tapi lama – lama akhirnya keluarga memahami dan tahu juga," lanjutnya.

Bahkan, anak Radne mengaku tidak ingin meneruskan pekerjaan sang ayah lantaran tak bisa menikmati lebaran bersama keluarga.

"Ya katanya anak saya tidak mau meneruskan pekerjaan bapaknya jadi kepala stasiun," kisah pria 41 tahun ini.

Kini pria yang mengawali bekerja di PT KAI sejak tahun 1997 sudah ikhlas bila setiap lebaran harus melayani penumpang dan melewatkan waktu bersama keluarga.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

"Kalau kita merasa berat nanti akan beresiko menderita sendiri. Ini anggap sebagai kebahagiaan tersendiri bisa melayani dan mengayomi masyarakat yang hendak mudik bertemu keluarga," terangnya.

Menyiasati kerinduan terhadap keluarga, pria dengan 3 orang anak ini biasanya mengambil cuti liburan 2 minggu sebelum lebaran tiba.

"Kemarin sih sebelum tanggal 26 Mei sudah cuti dan pulang ke Solo, tapi cuma dapat jatah 2 hari saja. Ya disyukuri saja mas," ungkapnya.

Kini Radne harus fokus melayani puluhan ribu pemudik yang tiba dan berangkat dari Stasiun Malang Kota Baru.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.