Selasa, 16 Jun 2026 23:01 WIB

Melirik Seksinya Farah Quinn Memasak Ayam Kesrut Khas Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Kamis, 12 Apr 2018 14:18 WIB
Gaya Farah Quinn memasak ayam kesrut bersama Bupati Anas
Gaya Farah Quinn memasak ayam kesrut bersama Bupati Anas

jatimnow.com - Tahun ini Festival Banyuwangi Kuliner (Bakul) mengangkat salah satu makanan khas Banyuwangi "ayam kesrut". Endorser ternama chef yang dikenal seksi, Farah Quinn tertantang memasak kuliner yang sudah ada di medio 1950-an.

Farah Quinn mengatakan, di Kabupaten Banyuwangi ini patut dicontoh caranya dalam mengenalkan kuliner lokal yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Apalagi Banyuwangi memiliki beragam kuliner yang banyak untuk dieksplor, dan itu membuatnya tertantang untuk mencoba memasak secara langsung.

"Jujur saya sendiri harus banyak nyobain lagi masakan Banyuwangi. Saya udah tahu beberapa, cuman dari segi kue dan masakan (lokal, red) masih banyak yang perlu saya pelajari," kata Farah kepada wartawan, Kamis (12/4/2018).

Aneka kuliner yang beragam, kue-kuenya yang sangat banyak, menurut chef Farah, juga didukung dengan effort (usaha) kota yang bersih, nyaman serta di dukung oleh keramah-tamahan penduduk yang kuat.

"Ini bagus menurut saya karena mereka bangga dengan masakannya sendiri. Kedepan harusnya para petani juga dilibatkan agar mereka bangga, terapresiasi yang dari situ mereka bisa membuat produk yang lebih bagus," papar Farah.

Ayam kesrut

"Khusus ayam kesrut dagingnya empuk, kuahnya asem, pedes, segar, dan enak," tukasnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, festival Bakul ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas masakan kuliner oleh para pelaku usaha. Sekaligus menjadi ajang diplomasi Banyuwangi yang tanpa batas.

"Kedepan warungnya supaya lebih bersih, sehat dan mampu membuat wisatawan yang masuk ke Banyuwangi nyaman," ujar Anas.

Selain itu, upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan sektor pariwisata dinilai sukses dan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat.

"Dengan kuliner sebagai diplomasi pariwisata dampaknya yang paling besar ada 2, food dan fashion. Nah, dengan festival kuliner ini orang-orang menjadi percaya diri," tukasnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Dengan begitu, lanjut Anas, kontribusi dari kegiatan tersebut cukup besar meskipun tidak secara langsung dalam bentuk pajak.

"Kontribusinya cukup besar tapi tidak direct impact. Sebab bagi Banyuwangi rakyat sejahtera itu sudah kontribusi yang hebat. Gak mungkin seperti mbok Yem, mbok Nah ditarik pajak,"

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.