Jumat, 19 Jun 2026 09:32 WIB

KPU Gelar Doa Bersama untuk Petugas Pemilu Tulungagung yang Meninggal

Pelaksanaan doa bersama
Pelaksanaan doa bersama

jatimnow.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung gelar doa bersama dan tahlil untuk panitia pelaksana pemilu yang sakit dan meninggal dunia.

Dari data, tercatat 8 orang panitia pelaksana meninggal dan puluhan lainnya mengalami sakit. Petugas yang meninggal terdiri dari 2 orang anggota PPS, 3 orang KPPS dan 3 orang Linmas.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Diduga meninggalnya petugas ini karena kelelahan saat menjalankan tugasnya sebagai panitia pelaksana pemilu.

Ketua KPU Tulungagung, Mustofa mengatakan dari pendataan ada 24 petugas mengalami sakit dan 8 orang meninggal dunia. Mereka yang sakit ini sempat dirawat inap di rumah sakit.

"Kami sudah lakukan pendataan dan sudah kami serahkan ke KPU Pusat untuk proses santunan," ujarnya, Rabu (15/5/2019).

Untuk yang sakit karena kelelahan saat mengikuti proses penghitungan suara. Terdapat pula yang sebelumnya mempunyai riwayat penyakit tertentu kemudian kambuh karena kelelahan.

Selain itu selama proses pemilu ini diketahui terdapat satu orang panitia pemilu yang mengalami keguguran, dan satu orang lagi yang mengalami cacat.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Untuk yang cacat daya penglihatan salah satu bola matanya terganggu dan tidak bisa berfungsi," ujarnya.

Saat disinggung mengenai proses santunan, Mustofa menjelaskan saat ini mereka sudah memberikan data penerima santunan ke KPU pusat.

Besaran santunan disesuaikan dengan jenis penyakitnya mulai Rp 2 juta hingga Rp 15 juta. Sedangkan bagi petugas yang meninggal akan menerima santunan sebesar Rp 36 juta.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Semoga proses santunan bisa segera cair dan akan langsung diberikan ke pihak keluarga," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.