Kamis, 18 Jun 2026 13:28 WIB

Kemeriahan Festival Musik Patrol Ramadan 2019 di Banyuwangi

Atraksi salah satu peserta Festival Musik Patrol Ramadan 2019 di Banyuwangi
Atraksi salah satu peserta Festival Musik Patrol Ramadan 2019 di Banyuwangi

jatimnow.com - Pemkab Banyuwangi kembali menggelar Festival Patrol di Bulan Ramadan 2019. Seni musik yang biasa dipakai untuk membangunkan orang pada waktu sahur itu, akan memeriahkan suasana ramadan di malam hari.

Selama dua hari yaitu Jumat-Sabtu (10-11/5/2019), 25 grup patrol dari perwakilan setiap kecamatan unjuk kebolehan. Masing-masing grup patrol mengaransemen syair-syair reliji dipadu dengan kostum panggung yang menarik.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Ratusan orang antusias melihat atraksi Musik Patrol yang dibuka Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko pada Jumat (10/5/2019) malam. Mereka tidak hanya tampil di panggung utama, tapi di sepanjang rute pawai patrol yang telah disediakan panitia.

Festival musik patrol ini merupakan agenda rutin setip bulan ramadan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, festival kali ini para peserta akan berkeliling kampung melakukan atraksi. Namun tahun ini, panggung utama sebagai start pawai dipusatkan di Taman Blambangan, tidak lagi di Stadion Diponegoro seperti tahun lalu.

Pawai Festival Musik Patrol Ramadan 2019 di BanyuwangiPawai Festival Musik Patrol Ramadan 2019 di Banyuwangi

"Acara Ramadan sengaja kami pusatkan di Taman Blambangan, agar efektif. Jadi, semua terintegrasi, mulai dari pasar takjil ramadan, tempat ibadah hingga berbagai gelaran lainnya," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melalui layanan facetime saat pembukaan acara tersebut.

Baca Juga: Walikota Kediri Dorong Pelestarian Budaya dan Kreativitas Generasi Muda Lewat Festival Musik Patrol

Tradisi musik patrol ini telah mengakar dalam sendi kehidupan masyarakat Banyuwangi. Oleh sebab itu, Pemkab Banyuwangi mencoba melestarikannya dengan gelaran Festival Patrol.

"Selain itu, kita juga mencoba untuk mengemas tradisi patrol ini menjadi atraksi budaya yang menarik kunjungan wisatawan," ungkap Bupati Anas.

Munurut Bupati Anas, untuk membangun industri pariwisata, salah satunya adalah atraksi. Semakin unik dan khas atraksi yang ditampilkan, semakin membuat orang ingin melihatnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Patrol ini merupakan atraksi khas yang tidak banyak daerah lain mengemasnya menjadi pertunjukan. Banyuwangi memulainya," paparnya.

Musik patrol memanfaatkan bambu sebagai media suara. Batang bambu dipotong sesuai dengan ruasnya dan diberi lubang kecil memanjang di salah satu sisinya. Semakin besar diameter bambu maupun besaran lubang akan mempengaruhi suara yang dikeluarkan.

"Bambunya diketuk dengan irama tertentu. Disesuaikan dengan lagu yang dimainkan. Biasanya, juga dicampur dengan Jedor sebagai pengatur ritme," tambah Burhan, salah satu peserta Festival Patrol.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.