Jumat, 12 Jun 2026 01:55 WIB

Incip Gurihnya Kue Tradisi saat Ramadan di Banyuwangi

Pembuatan kue patola di Banyuwangi
Pembuatan kue patola di Banyuwangi

jatimnow.com - Masyarakat Banyuwangi punya tradisi hidangan berbuka puasa yang telah dinikmati secara turun-temurun. Kue patola menjadi makanan khas ramadan di Banyuwangi.

Kue berbahan dasar tepung beras ini dibentuk menyerupai gulungan tali dengan warna-warni cantik serta rasa yang gurih.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Istifala (51) warga Lingkungan Kaliasin RT 04 RW 03, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu pembuat kue patola saat ramadan. Dia mengaku telah diajarkan cara membuat kue patola sejak umur 10 tahun, oleh nenek dan orangtuanya.

Kue yang berbahan dasar tepung beras ini kemudian dilumerkan dengan air yang dicampur garam. Untuk mempercantik penampilannya ditambahkan pewarna makanan.

"Sejak saya umur 10 tahun sudah bikin ini, dulu diajari nenek dan orangtua saya," kata Bu Is-sapaannya, Jumat (10/5/2019).

Dalam membuat makanan khas di bulan ramadan ini, Bu Is dibantu oleh suaminya, Junaidi (52), dan dua orang saudaranya, Lilik dan Sri Wahyuni.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Setiap harinya, usaha musiman yang mereka produksi itu sejumlah 40 kg tepung beras dan menjadi 200 lembar (kaput) kue patola. Setiap kaput berisi 15 biji.

"Buatnya waktu puasa saja. Per hari itu 40 kilo, jadinya 200 lembar (kaput)," ujarnya.

Biasanya, kue patola yang dibikinnya itu dibeli oleh tetangganya. Sebagian lainnya dijual kepada para tengkulak di pasar tradisional di Banyuwangi. Dari usaha ini, Bu Is mengaku dapat mengantongi omzet lebih dari Rp 900 ribu per harinya.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

"Omsetnya Rp 980 per hari. Ongkos-ongkosnya ya buat nyelep, ongkos nyetak, sama bensin. Kalau total 630 ribu," paparnya.

Salah seorang pembeli, Foni, mengaku sering menikmati hidangan khas di bulan ramadan ini. Karena menurutnya, selain harganya terjangkau, yakni Rp 5.000, kue patola memiliki citarasa yang gurih.

"Yang ditunggu-tunggu ramadan yan kue ini. Termasuk langka, jadi tiap tahun harus beli," kata Foni.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.